50 Nasehat Bagi Guru

50 nasehat bagi guru

Makkah Al-Mukarramah

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

-

No comments

Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

Ini adalah sebuah surat yang aku luncurkan kepada setiap guru yang dengan agamanya dahulu kemudian dengan profesi serta visi dan misinya. Maka dengan memohon pertolongan kepada Allah aku katakan: tidaklah diragukan lagi bagi pemilik akal bahwa mengajar merupakan propesi yang tinggi nan mulia. Karena itu adalah tugas para Nabi dan Rosul. Maka alangkah baiknya bagimu wahai saudaraku, temanku ketika engkau menyandang misi ini hingga engkau tercakup dalam sabda Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat serta semua penduduk langit dan bumi hingga semut dalam lobangnya, demikian pula ikan hiu di lautan mereka senantiasa mendo’akan kebaikan bagi orang-orang yang mendidik manusia”.

Maka perhatikanlah wahai saudaraku, temanku akan kejujuran niatmu, keikhlasanmu dan perasaanmu dengan besarnya tanggung jawab yang teremban diatas pundakmu demi untuk mewujudkan generasi masa depan (yang gemilang). Maka aku hadiahkan kepadamu lima puluh nasehat pendidikan yang penting, yang aku ingin mengingatkan dengannya untuk diriku yang lemah terlebih dahulu, kemudian untuk teman-temanku dan orang-orang yang berkopenten dalam proses belajar mengajar.

Aku memohon kepada Allah yang maha mulia, semoga selalu memberikan karunia ikhlas kepadaku dalam ucapan dan perbuatan dan tidak menyiksa kita atas kesalahan-kesalahan serta memberikan kebahagiaan kepada kita selama di dunia sampai di akhirat. Sesungguhnya ia adalah penolong dalam hal itu dan berkuasa atasnya.

Penulis

Isham Yusuf Al-Aqiid

 

Memperbaiki niat.

Rosulullah shallallaau ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya semua amal tergantung kepada niat dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat merupakan asas amal, maka niatkanlah (ikhlaskanlah) amalmu hanya karena mengharap wajah Allah. Ingatlah pahala mengajari anak-anak kaum muslimin itu ssangat bermanfaat bagi mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Janganlah motif kamu hanya untuk memperoleh balasan materi semata.

Menanamkan aqidah yang benar dalam jiwa murid-murid.

Menanamkan rasa takut kepada Allah, tawakkal dan bersandar hanya kepada –Nya. mentaati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. renungkanlah sabda Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada Ibnu Abbas –semoga Allah meridhainya- :”wahai anakku, sesungguhnya aku mengajarkan kepadamu beberapa kalimat : jagalah Allah, niscaya Allah akan menjaga kalian. Jagalah Allah niscaya kamu akan menjumpai-Nya di hadapanmu. Apabila kamu mohon maka mohonlah kepada-Nya dan apabila kamu minta pertolongan maka mintalah kepada-nya. (HR. Tirmidzi).

Laa ilaaha illallaah, alangkah indahnya wasiat dan pelajaran dari Rosul kita kepada sahabat Ibnu Abbas ini –semoga Allah meridhainya- sehingga dapat menyinari hatinya, menjadi pijakan dalam hidupnya serta jalan kepada kebahagian di dunia dan akhirat. Maka tidakkah kita meneladani Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam agar diantara murid-murid kita ada yang seperti Abdullah bin Abbas –semoga Allah meridhainya.

Memotivasi mereka untuk berbuat baik kepada orang tua.

Dan menyadarkan mereka akan keutamaan serta besarnya manfaat hal tersebut, memperingatkan mereka dari kedurhakaan dan pedihnya adzab Allah. Dan sesungguhnya durhaka kepada orang tua merupakan sebab kemurkaan Allah, sebagaimana mentaati keduanya adalah sebab mendapat keridhaan-Nya. Allah berfirman :

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 

”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS. al-isra’ : 23).

 

Ayat –ayat dan hadits –hadits yang menunjukkan akan agungnya kedudukan kedua orang tua sangat banyak sekali maka sebutkanlah untuk mengingatkan murid-murid kalian.

Doronglah mereka untuk shalat tepat pada waktunya.

Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang amalan apakah yang paling dicintai Allah? Maka beliau menjawab :”yaitu shalat pada waktunya”. (HR. Bukhari).

Dan menjaga shalat ashar dan shalat fajar, karena sabda Rosulullah :”Barang siapa yang shalat al-bardain/di dua waktu dingin (ashar dan fajar) maka akan surga”.

Kabarkanlah kepada mereka bahwasannya shalat tidak akan diterima melainkan dengan thaharah, merasakan keagungan Allah ketika berdiri di hadapan Allah untuk mengerjakan kewajiban dengan khusyu’ dan tenang. Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Tidak ada seorang muslimpun yang menjumpai shalat wajib kemudian ia memperbaiki wudhunya, khusu’nya dan ruku’nya melainkan shalatnya akan menjadi penghapus bagi dosa-dosa yang sebelumnya selama ia tidak mendatangi dosa besar. Dan yang demikianitu sepanjang masa semuanya”.

Serta ajarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya shalat merupakan rukun dari rukun-rukun islam yang lima dan sesungguhnya shalat merupakan sarana interaksi antara seorang hamba dengan Robb-Nya.

Ajarkanlah kepada mereka untuk menghormati guru-guru mereka.

Demikian pula menghargai teman-teman mereka serta mentaati semua peraturan, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Berlemah-lembutlah dalam bergaul dengan mereka.

Demikian pula berahklaq baik dengan mereka. Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah ditanya tentang kebanyakan sebab yang dapat memasukkan seseorang ke surga, maka beliau menjawab : “bertaqwa kepada Allah dan berakhlaq baik’. (HR. tirmidzi).

Jauhilah kekerasan dalam memberikan hukuman.

Janganlah engkau menjadikan masalah lebih dari porsinya atau berikanlah yang berhak diterima oleh seorang murid. Allah berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

 

”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (QS. Ali imran : 159).

 

Perbanyaklah toleransi melebihi murid-murid.

Tidak semua pelanggaran membutuhkan hukuman. Karena sesungguhnya tidaklah mereka datang melainkan dalam rangka untuk mengambil ilmu darimu. Maka jadilah sebaik-baik guru.

Jadilah orang yang rendah hati.

Janganlah menyombongkan diri atas murid – murid. Ajarilah untuk memilih teman yang baik dan jadikanlah mereka murid-murid yang akrab denganmu dan menghormatimu.

Ajarkanlah kepada mereka penghormatan dalam islam.

Supaya murid-murid gemar menyebarkan salam. Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Tidaklah kalian akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang apabila kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai : sebarkan salam diantara kalian”. (HR. Muslim).

Janganlah mensifati mereka dengan sifat negative.

Janganlah mencela mereka dan peringatkanlah mereka dari mencela sebagian kepada sebagian yang lain. Allah Ta’la berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ

 

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. (QS.Al-hujarat : 11).

 

Ajarkanlah kepada mereka kesungguhan dan kesabaran.

Ajarkan kepada mereka bersungguh-sungguh dalam keinginan, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Allah Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

 

”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al ‘Ankabuut:69).

 

Memperingatkan mereka dari sifat yang tercela.

Demikian pula apa yang dilarang oleh syariat, seperti kemunafikan, dusta, ghibah, namimah, hasad, pemarah dan yang lain-lainnya.

Ajarilah mereka tentang keutamaan bershalawat kepada Nabi.

Rosulullah shallallaahu ‘aihi wa sallam bersabda :”Barang siapa yang bershalawat atasku sekali, maka Allah akan bershalawat atasnya dengannya sepuluh kali”. (HR. Muslim).

Memotivasi mereka untuk menyingkirkan gangguan dari jalan.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: ”Sungguh aku melihat seseorang yang mondar mandir di surga dikarenakan sebuah pohon yang ia tumbang di tengah jalan untuk mengganggu manusia”. (HR.Muslim)

Jadilah seorang guru sekaligus seorang da’i.

Jadilah seorang penyeru kepada petunjuk Allah yang menunjukkan kepada kebaikan, baik di ruang kelas atau di halaman sekolah atau pun di jalan. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: ”Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya”.

Tanamkan percaya diri pada jiwa-jiwa murid.

Tanamkan percaya diri pada jiwa-jiwa murid dan maotivasilah mereka atas perilaku yang positif serta atas jawaban yang benar. Dan doronglah semangat mereka walaupun dengan hadiah yang sederhana. Karena bisa jadi hal tersebut menjadi sesuatu yang besar menurut mereka.

Hindarilah problem di luar sekolah.

Tinggalkan problem dan perhatianmu diluar sekolah. Jadilah orang yang berakal jernih dan berpikir logis.

Janganlah cepat marah dan perbanyaklah sabar.

Berusahalah untuk menahan diri dari amarah, karena permasalahan yang sepele. Jadilah seorang guru yang pemaaf dan berlapang dada dalam menghadapai kekurangan orang lain.

Ingatkanlah mereka dengan sebagian etika – etika.

Seperti etika makan dan minum. Rosulullah shallallaahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda :”wahai anakku, sebutlah nama Allah dan minumlah dengan tangan kananmu sebanyak tiga kali, dalam keadaan duduk, janganlah bernafas dalam bejana. Demikianlah pula etika berkata, bermajlis, tidur, minta izin, berpakaian, dzikir sehari-hari di waktu pagi dan petang.

Ajarilah mereka dalam menjaga kitab.

Baik kitab-kitab mereka sendiri atau orang lain. Demikian pula perlengkapan khusus mereka dan kebersihan kelas, sudut-sudut serta halaman sekolah.

Ajarilah mereka untuk hemat energy.

Arahkan supaya mereka hemat dalam air dan listrik. Dan jangan sampai boros dalam pemakaian. Kerana itu adalah amanah yang harus kita jaga. Demikian pula jangan sampai bermain perangkat atau fasilitas sekolah.

Perhatikan kebersihan.

Biasakan mereka memperhatikan kebersihan pakaian, buku-buku mereka. Demikian pula memendekkan kuku, rampat mereka, serta berpenampilan dengan penampilan yang pantas selayaknya penuntut ilmu.

Kerahkanlah kemampuanmu.

Kerahkan kemampuan dan potensimu serta sebaik-baik guru, pendidik bagi mereka. Dan ketahuilah bahwa pengajar adalah sebuah misi agama yang mulia sebelum menjadi sebuah profresi atau tugas untuk mencari pendapatan.

Jadilah seorang peneliti.

Jadilah orang yang berpengetahuan, senang membahas dan peneliti nuansa keilmuan, baik dalam specialismu atau dalam ilmu-ilmu yang lain.

Jagalah muamalah dan hubungan.

Jagalah hubungan yang baik bersama pimpinan, rekan-rekan, murid-muridmu serta wali santri. Supaya semua orang senang dan merasa nyaman dalam bergaul denganmu, baik didalam maupun diluar sekolah sehingga dapat menjadi contoh buat orang lain.

Pentingnya kerjasama.

Bekerja samalah dengan kepala sekolah atau pimpinan dan semua pihak dalam memecahkan semua problem dan mencari solusi yang terbaik demi mewujudkan keberhasilan semua dan mewujudkan tujuan yang dicapai.

Janganlahh menunda-nunda kewajiban.

Janganlah suka telat atau menunda-nunda dalam mengoreksi buku-buku tugas sehingga kewajiban menjadi bertumpuk-tumpuk hari demi hari.

Pentingnya motifasi dan pujian-pujian yang positif.

Tulislah kata-kata pujian dan terimakasih diatas buku muri-murid yang potensi atau istimewa. Dan berusahalah untuk memperhatikan dan membenarkan kesalahan murid –murid yang lain agar mereka dapat memperbaiki kesalahan di masa yang akan datang sehingga menjadi lebih baik.

Jagalah rahasia.

Simpanlah rahasia muridmu dan janganlah sampai tersebar kepada orang lain.

Jangan berputus-asa.

Janganlah berputus-asa dengan lambatnya pemahaman yang ada pada sebagian murid, akan tetapi selesaikanlah dengan cara hikmah. Karena kamu adalah seorang pendidik yang diharapkan dapat memberikan solusi bagi segala sesuatu.

Mulailah dengan pujian dan shalawat.

Mulailah pelajaran setiap hari dengan memuji Allah dan dzikir kepada-Nya serta shalawat kepada Nabi shallallaau ‘aihi wa sallam.

Persiapan.

Persiapkan mental dan pikiran ketika menjelaskan materi sehingga pelajaran dapat diterima oleh murid-murid dengan baik tanpa adanya kendala.

Doa penutup majlis.

Janganlah lupa membaca doa penutup majlis sebelum engkau keluar atau meninggalkan kelas. Agar semua kesalahan dapat terhapus selama proses belajar mengajar dalam kelas.

Jadilah orang yang rapi dalam pekerjaanmu.

Dan bukan merupakan aib apabilah kamu merujuk kepada orang yang lebih dahulu atau senior dalam masalah ini (belajar mengajar), supaya kamu dapat mengambil manfaat dan mendapatkan pengalaman.

Jangan pakai fasilitas pendidikan.

Janganlah engkau memanfaatkan fasilitas sekolah untuk keperluan kamu pribadi atau pekerjaan kamu yang khusus.

Perhatikan sekala prioritas.

Ketahuilah bahwa kebutuhan kelas-kelas yang lebih tinggi tingkatannya tidak sama dengan kelas-kelas yang lebih rendah. Demikian pula dalam metode, muamalah dan lain-lainnya atau semisalnya.

Fokus dalam mendidik.

Fokuskan dalam mendidik kesemua murid yang ada di kelas dan jangan hanya fokus kepada murid-murid tertentu atau lalai dengan sudut yang lain ketika menjelaskan materi. Perhatikan murid-murid yang lemah dengan tidak melupakan murid-murid yang istimewa serta motivasi mereka baik secara indiivdu maupun kolektif.

Perhatikan pandangan murid.

Tariklah pandangan dan tajamkan perhatian mereka kepadamu dengan berbagai cara atau metode yang bervareasi dan kuatkan mental atau perilaku mereka yang positif serta pujilah mereka dan arahkan mereka dengan pengarahan yang baik.

Perhatikan karakter.

Wajib bagi kamu, seorang guru untuk memperhatikan perbedaan karakter pribadi diantara murid-murid serta memberikan hak kepada semua yang berhaq (tanpa harus melampaui batas).

Pemanfaatan waktu.

Pergunakan waktu luang atau istirahat untuk kebaikan murid dan jangan kamu biarkan berlalu tanpa faidah karena waktu adalah bagian dari amalmu atau umurmu. Oleh karenanya janganlah kamu sia-siakan.

Kenalkan kepada mereka akan nikmat-nikmat Allah.

Dimana telah terpenuhi kebutuhan hidup, trasportasi, pendidikan atau sekolah yang dilengkapi dengan segala sesuatu, seperti AC, tailet, koperasi, tempat main, perpustakaan, kitab-kitab yang dibagikan secara gratis. Demikian pula sarana belajar mengajar untuk setiap materi. Dan semua nikmat ini dahulu tidak pernah ada sebelumnya maka wajib disyukuri agar nikmat tersebut menjadi bertambah atau kekal.

Bahaya menyerupai orang-orang kafir.

Peringatkan akan bahaya menyerupai orang-orang kafir. Demikian pula kalangan orang-orang yang tidak pantas dijadikan sebagai contoh, seperti penyanyi, artis dan lain-lainnya. Sekaligus terangkan kepada mereka bahaya menggunting rambut dan semisalnya agar jangan sampai menyerupai mereka. Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :”Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka”.

Usahakan mencontoh Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Berupayalah untuk mempratekkan metode dan cara Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wa sallam serta ikutilah ia dalam segala urusan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda