Air yang Bisa Dipakai untuk Thaharah – Silsilah Fiqh Praktis (2)

air yang bisa dipakai untuk thaharah

Makkah al-mukarramah (26/06/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dzau Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari ulama dan rekomendasi oleh fadzilatu as-syeikh shalih bin Abdul Aziz ali as-syeikh, hal : 22, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H

No comments

PEMBAHASAN KEDUA : AIR YANG BISA DIPAKAI UNTUK THAHARAH – SILSILAH FIQH PRAKTIS (2)

Thaharah membutuhkan sesuatu yang bisa dipakai untuk bersuci dengannya, untuk membersihkan hadats dan menghilangkan najis yaitu dengan air. Dan air yang dapat dipakai thaharah adalah air thahur, yaitu air yang suci dzatnya dan bisa mensucikan yang lain. Dan itu merupakan air yang berada diatas asal ciptaannya, yaitu sifat yang diciptakan diatasnya, sama saja baik air yang turun dari langit, seperti air hujan, cairan salju dan embum, atau air yang berada dalam bumi, seperti air sungai, sumber mata air, sumur dan laut.

Hal tersebut berdasarkan firman Allah Ta’ala:

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً لِّيُطَهِّرَ‌كُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِ‌جْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْ‌بِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ ﴿١١

Artinya : “Ingatlah, ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kakimu”. (QS.Al-anfal : 11).

Dan firman-Nya :

وَهُوَ الَّذِي أَرْ‌سَلَ الرِّ‌يَاحَ بُشْرً‌ا بَيْنَ يَدَيْ رَ‌حْمَتِهِ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورً‌ا ﴿٤٨

Artinya : “Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih,”. (QS.Al-furqon : 48).

Juga berdasarkan sabda Rosulullah shallahu ‘alaihi sallam :

اللهم اغسلني من خطاياي بالثلج والماء والبرد

Artinya : “Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun”. (Muttaqun ‘alaihi, dikeluarkan oleh Bukhari, no: 733 dan Muslim, no: 598).

Demikian pula sabdanya tentang air laut :

هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ، الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Artinya : “Dia (laut) adalah suci airnya dan halal bangkainya”. (Dikeluarkan oleh Abu dawud, no: 83, Tirmidzi, no: 69, An-sai no: 59, Ibnu majah, no: 3246. Tirmidzi berkata : hadits hasan shahih, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-bany di (Shahih sunan An-nasai), no: 58).

Dan thaharah tidaklah bisa diperoleh dengan sesuatu yang cair selain air, seperti cuka, bensin, jus dan limun serta yang semisalnya.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَ‌افِقِ وَامْسَحُوا بِرُ‌ءُوسِكُمْ وَأَرْ‌جُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُ‌وا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْ‌ضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ‌ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِ‌يدُ اللَّـهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَ‌جٍ وَلَـٰكِن يُرِ‌يدُ لِيُطَهِّرَ‌كُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُ‌ونَ ﴿٦﴾

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al-maidah: 6).

Andaikata thaharah bisa diperoleh dengan sesuatu yang cair selain air niscaya orang yang tidak mendapatkan air akan diganti memakai sesuatu tersebut dan tidak disuruh pakai tanah (tayammum).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman….

(kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dzau Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari ulama dan rekomendasi oleh fadzilatu as-syeikh shalih bin Abdul Aziz ali as-syeikh, hal : 22, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala……

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (26/06/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda