Air yang Terkena Najis – Silsilah Fiqh Praktis (4)

Air Terkena Najis

Makkah al-mukarramah (28/06/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dhau Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari para ulama dan direkomendasi oleh fadhilatu as-syaeikh, shalih bin Abdul Aziz ali as-syeikh, hal : 24-25, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H

No comments

SILSILAH FIQH PRAKTIS (4)

PEMBAHASAN KEEMPAT : AIR YANG TERKENA NAJIS

Apabila najis mengenai air dan merubah salah satu dari ketiga sifatnya, baik bau, rasa dan warnanya maka air tersebut adalah najis secara ijma dan tidak boleh dipakai. Karena air tersebut tidak dapat menghilangkan hadats atau mensucikan najis. Dan sama saja apakah air tersebut (yang berubah) banyak maupun sedikit.

Adapun apabila najis mengenai air dan tidak merubah salah satu dari tiga sifatnya, jika airnya banyak maka tidak najis dan dapat dipakai untuk thaharah dengannya. Akan tetapi apabila airnya sedikit maka tetap najis dan tidak dapat dipakai untuk thaharah.

Sedangkan batasan air banyak adalah air yang mencapai lebih dari dua qullah (qullah adalah tong air, satu qullah sama dengan kurang lebih 93.75 syo’, sama dengan 160,5 liter air). Dan air sedikit adalah air yang kurang dari itu.

Dalilnya adalah hadist Abi said al-hudry –semoga Allah meridzainya- ia Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam bersabda:

“Sesungguhnya air itu suci dan tidak ada menjadikannya najis”. (Riwayat Ahmad dalam “Musnad”, 3/15, Abu Dawud di kitab apa yang dalam sumur bidza’ah, no:61, An-nasai dikitab air-air, no: 277, Tirmidzi dikitab thaharah, bab sesungguhnya air tidak ada yang menjadikannya najis, no: 66. Dan ia mengatakan : hadits hasan. dan Syeikh Al-Albany menshahihkannya di al-irwa’, no: 1/45).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai akhir zaman,,,,

(kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dhau Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari para ulama dan direkomendasi oleh fadhilatu as-syaeikh, shalih bin Abdul Aziz ali as-syeikh, hal : 24-25, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala……

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (28/06/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda