Al-Ilhad – Silsilah Mushtalah Ilmu Tauhid – Bagian 2

al-ilhad

Makkah al-mukarramah (11/03/1437 H ).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab musthalah fi kutubil al-aqoid, dirasah wa tahlil, karya syeikh Muhammad bin Ibrahim al0hamd, cet dar ibnu huzaimah, tahun 1427 dan 2006

No comments

AL-ILHAD

Istilah ini sering kali datang dalam kitab-kitab aqoid (ilmu tauhid), khususnya dalam asma’ wa sifat. Yang demikian itu karena ilhad adalah kebalikan dari tauhid dalam asma dan sifat.

Diantara bentuk ilhad yaitu at-ta’til, at-tamtsil, at-ta’yif, at-tahrif, at-tawil. Berikut ini adalah sekelumit tentang ilhad dan istilah-istilah yang terkandung didalamnya.

Secara bahasa : ilhad yaitu menyimpang. Dan yang dimaksud dengan ilhad adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.

Adapun secara istilah : yaitu menyimpang dari sesuatu yang wajib untuk diyakini atau diamalkan. Sedangkan ilhad dalam asma dan sifat adalah : menyimpangkan dengan nama dan hakikatnya dari kebenaran yang jelas baginya. Diantara macam-macam ilhad dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya adalah:
1. Mengingkari sesuatu yang ditunjukkan oleh sifat, seperti perbuatan muattilah (orang-orang yang menghilangkan sifat-sifat Allah).
2. Menjaikan sifat-sifat untuk menyamakan Allah dengan mahluk-Nya, seperti perbuatan Al-muattilah (orang-orang yang menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat mahluqnya).
3. Menamakan Allah dengan nama yang tidak Allah nama diri-Nya dengannya. Karena Allah nama-nama Allah adalah paten. Seperti penamaan orang-rang nasrani kepada-Nya dengan nama BAPAK, penamaan orang-orang filsafat kepada-Nya dengan nama Illah failah, atau ingsinyur alam, atau akal yang mengatur, atau selainnya.
4. Mengambil pecahan nama dari nama-nama-Nya untuk nama-nama patung, sperti nama al-lata dari nama Allah, al-uzzah dari nama al-aziz dan selainnya.
5. Mensifati Allah ta’ala dengan sesuatu yang tidak layak dengan-Nya dan dengan sesuatu yang disucikan darinya, seperti perkataan orang-orang yahudi : bahwa Allah lelah dari penciptaan langit dan bumi, lalu beristirahat pada hari sabtu. Dan ucapan mereka : sesungguhnya Allah adalah fakir. Sebagaimana termasuk bentuk ilhad yaitu semua penyimpangan didalam masalah itu. Akan datang rincian dalam hal itu dilembaran-lembaran yang akan datang.
Demikian, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengar benar sampai hari zaman.
(Kami terjemah dari kitab musthalah fi kutubil al-aqoid, dirasah wa tahlil, karya syeikh Muhammad bin Ibrahim al0hamd, cet dar ibnu huzaimah, tahun 1427 dan 2006). Alih bahasa, al-faqir illah Hamidin as-sidawy, Abu harits Makkah al-mukarramah (11/03/1437 H ).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda