25 October 2014

Anjuran Berbuat Baik Kepada Tetangga

Merupakan salah satu keni’matan yang Allah anugrahkan kepada kita, bahwa Tuhan kita adalah satu, agama kita adalah satu, Rosul kita adalah satu, kitab kita adalah satu dan menghormati tamu adalah motto kemuliaan kami. Kecemburuan terhadap kehormatan adalah motto penjagaan kesucian kami. Berbuat baik kepada manusia adalah motto kebaikan kami, memelihara hak-hak tetangga adalah motto kejantanan dan kemuliaan kami.

Insya Allah pada artikel singkat ini akan kami jelaskan anjuran berbuat baik kepada tetangga.

Diantara dalil anjuran berbuat baik kepada tetangga firman Allah:

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An-Nisa: 36)

Yang dimaksud dengan: tetangga yang dekat adalah yang ada hubungan kerabat antara kita dengan dia.

Sedangkan yang dimaksud dengan tetangga jauh adalah yang tidak ada hubungan kekerabatan antara kita dengan dia.

Yang dapat kita ambil pelajaran dari ayat diatas kalau kita merenungkannya diantaranya:

1- dalam ayat diatas digandaikan perintah berbuat baik kepada tetangga dengan mengesakan Allah dalam ibadah menunjukan agungnya hak tetangga, dan perkaranya amatlah berbahaya. Kemudian dipenghujung ayat diakhiri dengan “Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” Isyarat bahwa meremehkan hak-hak tetangga telah menyombongkan diri kepada mereka, dan Allah tidak akan menyukai orang-orang yang sombong

2- Dalam ayat tersebut terdapat anjuran kepada seluruh kaum muslimin untuk memelihara hak-hak tetangga dan bergaul dengan penuh kelembutan bersama mereka sehingga seorang hamba mendapatkan kecintaan robNya.

Juga sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaklah berbuat baik kepada tetangganya.

Dalam hadits yang lain:

Tidak henti-hentinya Jibril berpesan kepadaku tentang tetangga seolah-seolah aku mengira bahwa tetangga itu mendapatkan warisannya.

Dalam dua hadits diatas dapat kita petik faidahnya diantaranya adalah:

1- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan diantara syarat-syarat merealisasikan keimanan adalah berbuat baik kepada tetangga. Dan dalil bahwa yang meremehkan hak tetangganya itu tanda lemah keimanannya.

2- Dalam hadits: Tidak henti-hentinya Jibril berpesan kepadaku tentang tetangga seolah-seolah aku mengira bahwa tetangga itu mendapatkan warisannya. Hal ini menunjukan dalil yang nampak jelas sekali akan agungnya hak tetangga, sehingga hampir hak tetangga itu seperti hak orang yang ada dirumahnya yang akan mendapatkan warisannya.

Disarikan oleh Nurudin Muhammad Fattah dari buku: Jaari Al’aziz Abdurrahman Hasan Muhammad hal 31-33.

Makkah Al-Mukarramah 5/07/1434H.
Untuk cahayaummulquro.com

Article Tags

Related Posts