Bacaan dalam Shalat Fajar – Silsilah Amalan Sunnah yang Terlupakan (16)

Bacaan dalam Shalat Fajar

Makkah al-mukarramah 21/ 04/1437H

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-wasyiyah bi ba'di as-sunan syibhu mansiyah, karya Haifa binti Abdullah ar-rasyid, pengantar syeikh, Abdul azizi Muhammad as-sadhan, jilid pertama, hal.69-71, cet. Kedua, tahun 1426 H

No comments

Berikut Beberapa Hadits-Hadits Bacaan dalam Shalat Fajar Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam :

1. Dari Abu Barzah Al Aslami –semoga Allah meridhainya- ia berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca dalam shalat fajr antara 60 hingga 100 ayat.” (Bukhari dan Muslim).

2. Dari Jabir Bin Samirah –semoga Allah meridhainya- “bahwasanya Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca dalam shalat fajr surat Qaaf Wal Qur’aanil Majiid”.(HR. Muslim).

Dan dari Jabir Bin Samirah juga: “adalah Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam shalat seperti kalian, akan tetapi beliau meringankan shalatnya, di dalam shalat fajar beliau membaca surat Al Waqi’ah dan surat-surat lainnya”. Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam shahihnya.

3. Dari ‘Amr Bin Huraits –semoga Allah meridhainya- bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca “Wallaili idzaa ‘as’as” dalam shalat fajarnya.” (HR. Muslim dan Abu Daud).

Dia menginginkan surat “Idzasy Syamsu Kuwwirat” sebagaimana yang dijelaskan di dalam Nasa’i.

4. Dari Quthbah Bin Malik –semoga Allah meridhainya- ia berkata: “Aku telah shalat, dan 5Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam shalat bersama kami, maka beliau membaca “Qaaf Wal Qur’aanil Majiid” hingga “Wan Nakhla Baasiqaatin”.(HR. Muslim 457).

Dan kadangkala beliau meringankannya karena beliau sedang safar.

5. Dari ‘Uqbah Bin ‘Amir –semoga Allah meridhainya- ia berkata: “Sungguh aku telah menuntun unta Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, kemudian beliau bersabda kapadaku, ‘Wahai Uqbah, maukah aku ajarkan kepadamu dua surah yang paling baik dibaca? Kemudian Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam mengajarkan kepadaku “Qul A’uudzu Birabbil falaq” dan “Qul A’uudzu Birabbinnaas” Uqbah berkata, “Maka setelah itu, Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam belum pernah melihatku sangat bahagia dengan keduanya”. Uqbah berkata lagi: “Ketika Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam beranjak untuk menunaikan shalat Shubuh, beliau membaca dua surah itu pada shalat Shubuh untuk orang-orang. Setelah Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam menyelesaikan shalatnya, beliau menoleh kepadaku, seraya bersabda, ‘Wahai Uqbah! Bagaimana pendapatmu? (HR. Abu Dawud dan telah dishahihkan oleh Al Bani).

6. Dari Abdullah Bin Sa’ib -semoga Allah meridhainya- ia berkata: bahwa Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam pernah mengimami kami shalat subuh di makkah, maka beliau membuka shalatnya dengan surat Al Mukminun hingga ayat yang menyebutkan tentang Nabi Musa dan Harun atau menyebutkan tentang Nabi Isa Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam merasakan batuk kemudian ia ruku’. (Muslim, no:455 dan ibnu majah, no: 820).

7. Dari Ummu Salamah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam berkata kepadanya –ketika dia (ummu salamah) mengadu kepada beliau- apabila shalat subuh sudah ditegakkan-maka thawaflah di atas untamu sedangkan manusia sedang menunaikan shalat”. (HR. Bukhari 1626).

Dan dalam riwayat lain, Ummu Salamah berkata: maka aku thawaf dan waktu itu Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam sedang shalat di samping rumah dan beliau membaca surat AthThuur”. (HR. Bukhari 1619, Muslim 1276).

8. Dan dari Rauh Al Kila’I dari salah seorang sahabat Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam bahwa beliau Shallallaahu’alaihi wa sallam shalat subuh dan membaca surat Ar-Ruum”. (HR. Ahmad dan Nasa’i dan dihasankan oleh Al Bani dan para muhaqqiq musnad).

9. Dan dari salah seorang dari Juhainah bahwasanya ia telah mendengar Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca dalam shalat subuh surat AL-Zilzalah dalam dua rakaatnya aku tidak tahu apakah beliau lupa ataukah membaca dengan sengaja”. (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al Bani).

Dan begitulah petunjuk Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam baik dalam keadaan safar atau tidak, pun demikian para sahabat dan para tabi’in –semoga Allah meridhai mereka-. Lihatlah perjalanan tentang mereka dalam hal itu di dalam dua karangan Abdurrazzaq dan Ibnu Abi Syaibah, dan aku tidak menyebutkannya karena khawatir kepanjangan.

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Al-wasyiyah bi ba’di as-sunan syibhu mansiyah, karya Haifa binti Abdullah ar-rasyid, pengantar syeikh, Abdul azizi Muhammad as-sadhan, jilid pertama, hal.69-71, cet. Kedua, tahun 1426 H).

Alih bahasa, al-faqir illah Hamidin as-sidawy, Abu harits Makkah al-mukarramah (21/04/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda