Bacaan Shalat Sunnah Fajar (Rawatib) – Silsilah Amalah Sunnah yang Terlupakan (23)

Bacaan Shalat Sunnah Fajar

Makkah al-mukarramah (18/06/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-wasyiyah bi ba'di as-sunan syibhu mansiyah, karya Haifa binti Abdullah ar-rasyid, pengantar syeikh, Abdul azizi Muhammad as-sadhan, jilid pertama, hal.83-84, cet. Kedua, tahun 1426 H

No comments

Bacaan Shalat Sunnah Fajar (Rawatib) – Silsilah Amalah Sunnah yang Terlupakan (23)

Adapun apa yang dibaca dalam shalat sunnah dua raka’at fajar maka terdapat dua sunnah:

Pertama : Membaca surah Al Kafirun dan surah Al Ikhlash. Berdasarkan hadits dari Abu Hurairah –Semoga Allah meridhainya- bahwasanya Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam membaca pada dua raka’at sunnah fajr “Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun” dan “Qul Huwallaahu ahad”. (HR. Muslim, Abu Dawud, An Nasai dan Ibnu Majah).

Kedua : Membaca “Quuluu Aamanna Billaahi Wa maa unzila ilainaa..(QS.Al Baqarah :136) dan “Qul Yaa Ahlal Kitaab Ta’aalau ilaa Kalimatin Sawaa in Bainana Wa Bainakum….(QS. Ali Imran:64).

Dari Ibnu Abbas –Semoga Allah meridhai keduanya- ia berkata: Dulu Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam ketika shalat sunnah dua raka’at fajr membaca “Quuluu Aamanna Billaahi Wa maa unzila ilainaa…(QS.Al Baqarah :136) dan “Qul Yaa Ahlal Kitaab Ta’aalau ilaa Kalimatin Sawaa in Bainana Wa Bainakum…..(QS. Ali Imran:64). (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Imam Nawawi –semoga Allah merahmatinya- mengatakan: ini adalah dalil madzhab kita, dan madzhab jumhur, bahwasanya disunnahkan untuk membaca surah setelah Al Fatihah pada dua rakaat fajr, dan disunnahkan unntuk membaca dua surah atau dua ayat yang telah disebutkan di atas, keduanya adalah sunnah.

Adapun Imam Malik dan kebanyakan para sahabatnya mengatakan bahwa tidak membaca surat apa pun setelah al fatihah. adapun sebagian ulama salaf mengatakan: tidak membaca surah apa pun seperti disebutkan di atas. Dan keduanya adalah menyelesihi sunnah yang shahih ini, yang tidak ada yang menyangkalnya”. Wallahu A’lam.

Faidah: Imam Ibnul Qayyim mempunyai pembicaraan panjang yang menakjubkan tentang hikmah membaca surah al kafirun dan al ikhlas dan apa yang terkandung pada keduanya berupa ikhlas dalam ilmu dan beramal, sebagaimana terdapat dalam Zaadul Ma’ad, seandainya tidak khawatir akan kepanjangan sungguh aku akan menukilnya..

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Al-wasyiyah bi ba’di as-sunan syibhu mansiyah, karya Haifa binti Abdullah ar-rasyid, pengantar syeikh, Abdul azizi Muhammad as-sadhan, jilid pertama, hal.83-84, cet. Kedua, tahun 1426 H).
Bersambung insyaAllah ta’ala…….

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (18/06/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda