Benci Terhadap Anak Perempuan Adalah Perkara Jahiliah – Fatawa Seputar Anak Muslim (2)

BENCI TERHADAP ANAK PEREMPUAN ADALAH PERKARA JAHILIAH

Makkah al-mukarramah (13/06/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, penerbit dar qosam

No comments

Pertanyaan: Di zaman sekarang kita sering mendengar dari sebagian orang sesuatu yang menyebabkan perdebatan dan keterasingan, salah satunya yaitu : mereka mengatakan : “kami tidak ingin istri-istri kami melahirkan anak perempuan, sebagiannya mengatakan kepada salah seorang istrinya:

“Demi Allah! jika kamu melahirkan anak perempuan, sungguh aku akan menceraikanmu”

Kami berlepas diri kepada Allah dari perbuatan mereka, kita melihat sebagian para istri merasa sangat khawatir atas perkara ini, bagaimana dan apa yang harus dia perbuat atas perkataan suaminya itu, apakah ada bimbingan mengenai hal ini dari syeikh yang mulia?

Jawaban: Aku yakin bahwa apa yang ditanyakan sang penanya adalah sangat jarang sekali, dan aku tidak menyangka seseorang dengan kebodohannya sampai kepada perbuatan ini, yaitu mengancam istrinya untuk menceraikannya apabila ia melahirkan seorang anak perempuan, kecuali ada kemungkinan sang suami sudah merasa bosan dengan istrinya hingga ingin menceraikannya, maka ia menjadikan perkara ini sebagai wasilah untuk menceraikannya.

jika kenyataannya seperti itu dan ia tidak bisa bersabar hidup dengan istrinya tersebut, dan ia berusaha untuk tetap bersamanya akan tetapi tidak bisa, maka hendaklah ia menceraikannya dengan cara yang dibolehkan (secara syar’i) dan bukan dengan jalan ini.

Karena perceraian itu ketika dibutuhkan tidak mengapa, akan tetap walaupun demikian kami nasihatkan setiap orang yang mendapatkan sesuatu yang tidak disenangi dari istrinya untuk bersabar, sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

فَإِن كَرِ‌هْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَ‌هُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّـهُ فِيهِ خَيْرً‌ا كَثِيرً‌ا ﴿١٩﴾

“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. AnNisa:19).

Adapun membenci anak perempuan maka tidak diragukan lagi ia termasuk perkara jahiliyah, dan sesungguhnya ia termasuk salah satu dari macam-macam membenci ketetapan dan ketentuan Allah, karena manusia tidak mengetahui barangkali pada diri seorang anak perempuan ada kebaikan baginya dari pada anak laki-laki dalam jumlah banyak. Berapa banyak anak-anak perempuan menjadi barakah atas hidup dan matinya seorang ayah, dan berapa banyak pula seorang anak laki-laki menjadi bencana dan malapetaka atas kehidupan seorang ayah, dan tidak bermanfaat baginya setelah kematiannya.

Lihat kitab Syekh, Ibnu Utsaimain (fatawa islamiyah : 3/257).

(Kami terjemahkan dari kitab : Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, penerbit dar qosam)

Bersambung insyaAllah ta’ala….

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (13/06/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda