Berbaring ke Sisi Sebelah Kanan Setelah Shalat Sunnah Fajar – Silsilah Amalan Sunnah yang Terlupakan (22)

Berbaring ke Sisi Sebelah Kanan Setelah Shalat Sunnah Fajar

Makkah al-mukarramah (18/06/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-wasyiyah bi ba'di as-sunan syibhu mansiyah, karya Haifa binti Abdullah ar-rasyid, pengantar syeikh, Abdul azizi Muhammad as-sadhan, jilid pertama, hal: 85, cet. Kedua, tahun 1426 H

No comments

Berbaring ke Sisi Sebelah Kanan Setelah Shalat Sunnah Fajar – Silsilah Amalan Sunnah yang Terlupakan (22)

Al-allamah Ibnu Qoyim –semoga Allah meridhainya- berkata :”Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa berbaring setelah sholat sunnah fajr ke sisi sebelah kanan. Inilah yang shahih darinya dalam shahihain dari hadits Aisyah semoga Allah meridhainya”. (zadul ma’ad : 1/314).

Aku (penulis) berkata : Hadits tersebut adalah dari Aisyah –semoga Allah meridhainya- ia berkata : sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, apabila ia telah shalat dua rakaat sebelum fajr maka ia berbaring ke sisi sebelah kanan.

Dari Aisyah -semoga Allah meridhainya- ia berkata : Sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat sunnah fajr. jika aku dalam kedaan terjaga maka ia mengajak bicara dan jika tidak maka ia berbaring sampai dikumandangkan adzan shalat fajr. (HR. Bukhari, no: 1161 dan Muslim, no: 736).

Lihatlah ulasan untuk mengetahui pendapat-pendapat seputar cara berbaring ini dalam kitab zaadul ma’ad. (1/319). Dan setelahnya.

Faidah : Al-allamh Ibnu qoyim –semoga Allah merahmatinya- mengatakan : Didalam berbaringnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ke sisi sebelah kanan terdapat rahasia, yaitu bahwasannya hati seseorang tergantung di sebelah kiri, apabila ia tidur ke sisi sebelah kiri maka akan menjadi berat tidurnya. Karena ia berada pada posisi istirahat dan santai sehingga tidurnya akan menjadi berat. Adapun apabila ia tidur ke sisi sebelah kanan maka hatinya akan menggantung dan tidak pulas dalam tidurnya. Karena adanya getaran hati dan dan reproduksinya yang terus menerus. (Zadul ma’ad, 1/321).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Al-wasyiyah bi ba’di as-sunan syibhu mansiyah, karya Haifa binti Abdullah ar-rasyid, pengantar syeikh, Abdul azizi Muhammad as-sadhan, jilid pertama, hal: 85, cet. Kedua, tahun 1426 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala……

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (18/06/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda