Fatawa Anak Muslim (18) : Apakah Hukum Melakukan Sunat (Khitan) Anak Dibulan Shafar?

khitan

Makkah al-mukarramah (20/07/1437H)

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 13, penerbit dar qosam

No comments

PERTANYAAN : Kami mendengar suatu keyakinan, bahwa di bulan shafar tidak diperbolehkan melakukan pernikahan, khitan dan semisalnya. Kami ingin faidah dalam hal tersebut sesuai hukum syariat.
Semoga Allah memelihara kalian.

JAWABAN : Segala puji hanya milik Allah, Shalawat dan salam senantiasa terlimpah atas Rasul-Nya, keluarganya dan para sahabatnya.

Apa yang disebutkan berupa tidak bolehnya pernikahan atau khitan dan semisalnya di bulan shafar adalah merupakan bentuk dari perasaan sial di bulan ini. Dan perasaan sial terhadap bulan, atau hari, atau burung dan semisalnya dari jenis hewan tidak diperbolehkan berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah –semoga Allah meridhainya- sesungguhnya Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

“Tidak ada penyakit menular dan tidak ada perasaan sial, dan tidak ada burung hantu serta tidak ada kesialan di bulan shafar”. dan Tasya’um (perasaan sial) di bulan shafar merupakan jenis thiyarah (kesialan) yang dilarang darinya karena itu merupakan perbuatan jahiliyah, dan islam telah menghapusnya.

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai akhir zaman,,,,

(Kami terjemahkan dari kitab : Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 13, penerbit dar qosam).
Bersambung insyaAllah ta’ala….

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (20/07/1437H)

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda