Hukum Air Suci Apabila Dicampur dengan Sesuatu yang Suci – Silsilah Fiqh Praktis (5)

Hukum Air Suci Apabila Dicampur Sesuatu Suci

Makkah al-mukarramah (06/07/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dhau Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari para ulama dan direkomendasi oleh fadhilatu as-syaeikh, shalih bin Abdul Aziz ali as-syeikh, hal : 25, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H

No comments

PEMBAHASAN KELIMA : HUKUM AIR SUCI APABILA DICAMPUR DENGAN SESUATU YANG SUCI – SILSILAH FIQH PRAKTIS – Bagian 5

Apabila air bercampur dengan zat yang suci, seperti daun pohon, atau sabun atau pembersih yang lainnya dan campuran tersebut tidak mengalahkan air aslinya, maka pendapat yang benar air tersebut adalah suci dan dapat dipakai untuk bersuci dengannya, baik dari hadats maupun najis, karena Allah berfirman :

وَإِن كُنتُم مَّرْ‌ضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ‌ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ

“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu”. (An-nisa’: 43).

Kalimat air dalam ayat di atas datang dengan nakirah (umum) dalam bentuk peniadaan sehingga artinya mencakup semua air dan tidak ada bedanya antara air yang murni dengan yang campuran.

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الآخِرَةِ كَافُورًا

Demikian pula berdasarkan ucapan Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada para wanita yang menyiapkan jenazah anak perempuannya :”Mandikanlah ia sebanyak tiga atau lima atau lebih dari itu jika kalian berkeinginan, dengan air dan sider serta taburkanlah diakhirnya kapur. (Riwayat Bukhari, no: 1253, 1258, 1259 dan Muslim, no: 939).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai akhir zaman,,,,,

(kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dhau Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari para ulama dan direkomendasi oleh fadhilatu as-syaeikh, shalih bin Abdul Aziz ali as-syeikh, hal : 25, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala…

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (06/07/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda