Hukum-Hukum Thaharah, Air dan Pembahasan-Pembahasan yang Ada di Dalamnya – Silsilah Fiqh Praktis (1)

hukum-hukum thaharah

Makkah al-mukarramah (26/06/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dhau' Al-kitab wa As-sunnah, karya TEAM dari ulama dan rekomendasi oleh fadhilatu asy-syeikh, shalih bin Abdul Aziz ali asy-syeikh, hal : 22, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H

No comments

Hukum-Hukum Thaharah, Air dan Pembahasan-Pembahasan yang Ada di Dalamnya – Silsilah Fiqh Praktis (1)

Pembahasan Pertama : Pengertian Thaharah, Urgensi dan Macam-Macamnya.

1.PENGERTIAN THAHARAH :

Thaharah secara bahasa, adalah Membersihkan dan mensucikan dari kotoran.

Sedangkan thaharah secara istilah, yaitu mengangkat hadats dan menghilangkan khabats.

Al-hadats : adalah sebuah keadaan yang menempel pada badan, yang dapat menghalangi seseorang dari shalat dan semisalnya, yang disyaratkan pakai thaharah. Hadats ada dua macam,

Pertama: Hadats kecil, ia berada pada anggota wudhu, seperti yang keluar dari dua jalan, baik berupa kencing maupun kotoran. Dan hadats ini bisa hilang dengan berwudhu.

kedua : Hadats besar, ia berada di berada di semua badan.seperti orang junub. Dan ini bisa hilang dengan mandi. Oleh karena itu maka thaharah dari hadats besar adalah mandi, dan hadats kecil adalah berwudhu. Sedangkan ganti keduanya ketika ada udzur adalah dengan tayammum.

(Lihat syarh al-mumti’: 1/19), al-fiqh al-islamy wa adilatuh,(1/2328). Sedangkan al-khubts adalah najis. Sebagaimana akan datang penjesalannya.

Yang dimaksud dengan mengangkat hadats adalah menghilangkan sifat yang menolak dari shalat dengan memakai air ke semua badan apabila hadats besar. Dan apabila hadats kecil maka cukup dengan meratakan air kepada anggota wudhu dengan niat. Jika tidak mendapatkan air atau tidak mampu menggunakannya maka bisa memakai pengganti darinya, yaitu berupa tanah, sesuai dengan cara yang diperintahkan oleh syariat. Dan akan datang insyaAllah pembahasannya dalam bab tayammum.

Adapun yang dimaksud dengan hilangnya khabats, yaitu hilangnya najis dari badan, pakaian dan tempat.

Sedangkan thaharah yang kongkrit (hisiyah) itu ada dua: thaharah hadats, yaitu thaharah yang menimpa khusus di badan dan thaharah khabats, yaitu thaharah khusus menimpa di badan, pakaian dan tempat.

Hadats ada dua macam : kecil, yang mewajibkan wudhu dan hadats besar, yang mewajibkan untuk mandi. Sedangkan khabats ada tiga macam, yaitu ada yang wajib dicuci (seperti kotoran manusia), ada yang wajib dipercikan air (seperti kencing pada balita atau anak kecil), dan ada yang wajib diusap (seperti sunnah mengusap sepatu ketika berwudhu).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman…

(kitab Al-fiqh Al-muyassar, fi dhau’ Al-kitab wa As-sunnah, karya TIM dari ulama dan rekomendasi oleh fadhilatu asy-syeikh, shalih bin Abdul Aziz ali asy-syeikh, hal : 22, penerbit dar al-majd, cet : 1, tahun : 1433 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala…

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (26/06/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda