Ini adalah Ketentuan dari Allah dan Lakukanlah Ruqyah Syar’iyyah – Fatawa Seputar Anak Muslim (14)

ruqyah

Makkah al-mukarramah (07/16/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 13, penerbit dar qosam

No comments

INI ADALAH KETENTUAN DARI ALLAH DAN LAKUKANLAH RUQYAH SYAR’IYYAH – FATAWA SEPUTAR ANAK MUSLIM (14)

Pertanyaan: Aku telah menikahi anak bibiku pada tanggal 1403 H, pada tanggal 1 Ramadhan tahun 1405 H Allah mengaruniaiku seorang anak yang aku beri nama Musa. kemudian pada tahun berikutnya (1406 H) terjadi keguguran janin pada istriku di usia ke 3 bulan dari kandungannya. Kemudian pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 1407 H Allah mewafatkan anakku yang bernama Musa. Sebagaimana yang telah aku sebutkan bahwa aku menikahi anak bibiku.

Setelah meninggalnya anakku Musa, bibiku (ibu istriku) datang kepadaku dan mengatakan bahwasanya beliau sudah pergi mendatangi seseorang yang mengakui bahwa dia mengetahui kitab (al Qur’an), kemudian beliau mengatakan: bahwa orang tersebut mengatakan: istriku selalu dibarengi oleh penguntit dari kalangan jin yang membunuh anak-anaknya karena merasa hasad dan dengki terhadapnya, dan orang tersebut memungkinkan untuk memutuskan penguntit dari jin itu, akan tetapi aku menolak.

Dan pada tanggal 3 Sya’ban lalu tahun 1407 H Allah kembali memberiku seorang anak perempuan yang aku beri nama Masturoh, akan tetapi Allah kembali mewafatkannya pada hari kedua dari hari lahirnya, . Bibiku terus menerus membujukku untuk tetap mendatangi orang yang mengakui tahu Al qur’an tadi, begitupun ayahku ikut membujukku mendatanginya supaya bisa menyelesaikan perkara penguntit itu. Maka aku minta tangguh kepada mereka, mudah-mudahan Allah memberiku ilham, dan segala puji bagi Allah yang telah memberiku petunjuk hingga ditulisnya surat ini dengan berharap dari Allah semoga Allah memberi kalian taufiq dalam memberi fatwa untuk permasalahan ini, karena terus terang permasalahan ini selalu membuatku kepayahan.

Jawaban: Segala puji bagi Allah..Shalawat dan salam teruntuk NabiNya dan keluarganya serta para sahabatnya.

Sungguh engkau telah berbuat sesuatu yang baik, yaitu dengan menahan diri bersama bibimu untuk pergi mendatangi orang yang mengakui ilmu kitab, karena sesungguhnya orang itu adalah seorang dukun.

Dan engkau juga telah berbuat sesuatu yang baik dengan bertanyanya engkau kepada ahli ilmu untuk memastikan kebenarannya. hendaklah engkau meruqyah diri sendiri dan istrimu serta siapa saja yang dikaruniai anak-anak dengan ruqyah yang syar’i.

Hendaklah setiap dari mereka membaca surah al fatihah dan surah-surah minta perlindungan yaitu, surah al ikhlas, al falaq dan an naas, dengan diulang-ulang sebanyak tiga kali, dan meniupkan setelah setiap kali membaca surah tersebut pada tanganmu kemudian mengusapkannya di wajahmu dan apa yang bisa dipegang di badanmu sambil berdo’a : (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang yang beracun dan dari setiap mata yang menyakitkan)”.

Dan aku nasihatkan engkau supaya membeli kitab Al Adzkar An Nawawi oleh imam An Nawawi, Al Kalim Ath Thayyib oleh Ibnu Taimiyah dan Al Wabil Ash shayyib oleh Ibnu Al Qayyim, karena padanya kebaikan yang sangat banyak dan bermanfaat dan juga termasuk ruqyah syar’iyah. (Lajnah Daimah fatawa no, 1/418).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Kami terjemahkan dari kitab : Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 13, penerbit dar qosam).

Bersambung insyaAllah ta’ala…

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (07/16/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda