Barang Siapa yang Berkeyakinan bahwa Anak Adalah Pemberian Selain Allah – Fatawa Seputar Anak Muslim

pemberian dari selain Allah

Makkah al-mukarramah (16/07/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 13, penerbit dar qosam

No comments

BARANG SIAPA YANG BERKEYAKINAN BAHWA ANAK ADALAH PEMBERIAN DARI SELAIN ALLAH – FATAWA SEPUTAR ANAK MUSLIM (8)

Pertanyaan: Apakah seorang anak itu pemberian dari selain Allah ? Dan apakah dia yang menambah dan mengurangi rizkinya? Apa hukumnya mengenai keyakinan seperti ini?

Jawaban: Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa seorang anak adalah pemberian dari selain Allah atau berkeyakinan bahwa ada seseorang selain Allah yang bisa menambah dan mengurangi rizkinya, maka dia adalah seorang yang Musyrik yang kesyirikannya lebih besar dari pada kesyirikan orang-orang arab di jaman jahiliah. Orang-orang arab pada zaman jahiliyah dan yang semisalnya apabila mereka ditanya tentang siapakah yang memberi rizki kepada mereka dari langit dan bumi dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Mereka mengatakan: Allah,. Akan tetapi mereka menyembah tuhan-tuhan mereka yang batil, mereka beranggapan bahwa hal tersebut dapat mendekatkan diri kepada Allah. Allah ta’ala berfirman,

قُلْ مَن يَرْ‌زُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْ‌ضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ‌ وَمَن يُخْرِ‌جُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِ‌جُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ‌ الْأَمْرَ‌ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّـهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ ﴿٣١﴾

Artinya : “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidu] dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah.” Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”. (QS. Yunus:31) .

أَلَا لِلَّـهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّ‌بُونَا إِلَى اللَّـهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّـهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ‌ ﴿٣﴾

“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”. (QS. Az Zumar:3).

أَمَّنْ هَـٰذَا الَّذِي يَرْ‌زُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِ‌زْقَهُ ۚ بَل لَّجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ‌ ﴿٢١﴾

“Atau siapakah dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya?”. (QS. Al Mulk:21).

Dan telah shahih dalam sunnah bahwasanya pemberian atau penahanan (Rizki) kembali hanya kepada Allah semata.

hal itu sebagaimana yang disebutkan oleh imam Bukhari di dalam Bab Dzikir setelah shalat dari kitab shahihnya bahwasanya Warrad (sekretaris Mughirah Bin Syu’bah) berkata: Al-Mughiirah pernah menulis surat kepada Mu’aawiyyah bin Abi Sufyaan : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca di akhir setiap shalat apabila selesai salam : Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syain-qadiir. Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita walaa mu’thiya limaa mana’ta, walaa yanfa’u dzal-jaddi minkal-jaddu”.

Demikian pula yang disebutkan Imam Muslim di dalam shahihnya, akan tetapi terkadang Allah memberi keturunan kepada seorang hamba dan meluaskan rizki kepadanya disebabkan do’anya hanya kepada Allah semata, sebagaimana telah jelas disebutkan dalam surah Ibrahim, mengenai do’a Nabi Ibrahim kepada Allah dan Allah mengabulkan do’anya. Dan dalam surah Maryam dan Al Anbiya’ mengenai do’a Nabi Zakariya dan Allah mengabulkan do’anya.

Sebagaimana telah shahih dari Anas Bin Malik –semoga Allah meridhainya- berkata: aku telah mendengar Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya”. (HR. Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahih keduanya). Lajnah Daimah (Fatawa islamiyah 1/154).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Kami terjemahkan dari kitab : Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 13, penerbit dar qosam).
Bersambung insyaAllah ta’ala…

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (16/07/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda