MACAM-MACAM DZIKIR

macam-macam dzikir

Makkah al-mukarramah (22/08/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Syekh Shalih Bin Abdullah Al 'Ushaimy – penjelasan akhir hadits dari Az Ziyadah Ar Rajabiyah 'Ala Al Arba'iin An Nawawiyah.

No comments

MACAM-MACAM DZIKIR

Arti dzikir kepada Allah adalah mengagungkan Allah dan menghadirkan-Nya di dalam hati dan lisan atau di salah satu dari keduanya. Maka, dzikir bisa dengan:

– Hati dan lisan (ini derajat yang paling tinggi),
– Atau hati saja (ini derajat yang kedua),
– Atau lisan saja (Ini derajat yang ketiga).

Dzikir kepada Allah ada 2 macam:

1. Dzikir kepada Allah yang berkaitan dengan pemberitaan, dan macam ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. Dzikir kepada Allah yang berkaitan dengan pemberitaan tentang diri-Nya di dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan ini mencakup 2 perkara:

– Dzikir dengan memuji-Nya seperti tahmid, tasbih dan lain-lain.
– Dzikir dengan memberitahukan tentang hukum-hukum-Nya, seperti perkataan, ”Sesungguhnya Allah Maha mendengar berbagai suara dan Maha Melihat berbagai gerakan”.

b. Dzikir yang berkaitan dengan pemberitaan tentang ciptaan-Nya, baik di dalam kekuasaan-Nya dan perbuatan-Nya. Dan ini mencakup 2 perkara :

– Dzikir dengan cara mengingat segala nikmat-Nya dan kebaikan-Nya serta macam-macam nikmat-Nya, seperti nikmat mendengar, melihat dan berjalan.
– Dzikir dengan cara mengingat hari-hari-Nya dan siksaanNya serta macam-macam hukuman-Nya, seperti disambar petir, dirubah menjadi bentuk lain, dan dibenamkan ke dalam bumi.

2. Dzikir kepada Allah yang berkaitan dengan permintaan, dan macam ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

a. Dzikir yang berkaitan dengan permintaan dalam ilmu dan menyampaikan, dan ini mencakup 2 perkara:

– Mengingat perintah dan larangan-Nya dengan cara mengetahui-Nya secara perintah, larangan dan idzin, seperti : kewajiban shalat lima waktu, haramnya khamr, dan halalnya ikan.
– Mengingat perintah dan larangan-Nya dengan memberitakan perintah dan larangan-Nya serta idzin-Nya. Seperti perkataan: sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk menegakkan shalat, dan mengharamkan zina serta menghalalkan ikan.

b. Dzikir yang berkaitan dengan permintaan dalam amal perbuatan dan ganjaran, dan ini mencakup 2 perkara :

– Mengingat perintah dan larangan-Nya dengan cara mengamalkannya, berlomba-lomba menuju perintahNya dan lari dari laranganNya.
– Mengingat perintah dan larangan-Nya dengan memberi ganjaran kepadanya dan pahala atas terlaksananya apa yang diperintahkan, serta dosa atas pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan.

Kumpulan ini diambil dari perkataan ahli ilmu seperti Ibnu Taimiyah dan Ibnu Al Qayyim. Barang siapa yang mentadabburi kumpulan ini, maka ia akan melihat betapa luasnya dzikir kepada Allah. Contohnya: mencari ilmu dari dzikir kepada Allah, karena ia bagian dari pada ilmu dan tabligh (penyampaian). ‘Atha Ibnu Abi Rabah –Semoga Allah merahmatinya- mengatakan: ”Suatu Majlis yang dengannya seorang hamba mempelajari yang halal dan yang haram adalah termasuk dzikir kepada Allah.”

By : Syekh Shalih Bin Abdullah Al ‘Ushaimy – penjelasan akhir hadits dari Az Ziyadah Ar Rajabiyah ‘Ala Al Arba’iin An Nawawiyah.

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (22/08/1437H).

Tags

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda