Macam-Macam Tauhid dan Faidah-Faidahnya – Ringkasan Aqidah Islam 2

macam-macam tauhid dan faidah-faidahnya

Makkah Al-Mukarramah

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Ringkasan Aqidah Islam Berdasarkan Al-Qur’an Dan As-Sunnah (Tanya Jawab). Karya Muhammad Bin Jamil Zainu

1 comment

Macam-Macam Tauhid dan Faidah-Faidahnya

1. Soal: untuk apa Allah azza wajalla mengutus para Rasul?

Jawab: Allah azza wajalla mengutus mereka supaya menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya dan meniadakan persekutuan dengan-Nya. Allah azza wajalla berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu. (QS. An Nahl: 36) ]

Thaghut adalah yang disembah oleh manusia selain Allah azza wajalla dan ia ridha dengan hal itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ الأنبياء إخوة من علات وأمهاتهم شتى, ودينهم واحد ] متفق عليه

Para Nabi adalah bersaudara dari satu bapak, sedangkan ibu mereka bermacam-macam dan agama mereka satu.

Artinya adalah dasar iman mereka adalah satu, sedangkan syari’at mereka berbeda-beda, mereka bersepakat dalam urusan pokok tauhid, adapun dalam urusan syari’at, maka terdapat perselisihan.

2. Soal: Apa yang dimaksud dengan tauhid rububiyyah?.

Jawab: Mengesakan Allah azza wajalla dalam perbuatan-Nya, seperti penciptaan, pengurusan dan lain-lainnya. Allah azza wajalla berfirman:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ٢

Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. (QS. Al Fatihah: 2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ اللهم لك الحمد, أنت رب السموات والأرض. . . . ] متفق عليه

Artinya: “Ya Allah, hanya bagi-Mu lah segala pujian, Engkau pencipta langit dan bumi…. ” (Muttafaq’alaih)

3. Soal: Apa yang dimaksud dengan tauhid uluhiyyah?.

Jawab: yaitu mengesakan Allah azza wajalla dalam ibadah, seperti berdo’a, menyembelih, bernadzar, shalat, berharap, rasa takut, meminta pertolongan, bertawakkal dan lain sebagainya. Allah azza wajalla berfirman:

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (QS. Al Baqarah: 163).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada mu’adz t ketika beliau mengutusnya ke negeri Yaman:

[ فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله ] متفق عليه

Dan hendaklah awal seruanmu untuk mereka yaitu persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah. (muttafaq’alaih) dan dalam riwayat bukhari: “sehingga mereka mengesakan Allah”.

4. Soal: Apa arti ” laa ilaaha illallaah”?.

Jawab: Artinya adalah tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah dengan benar melainkan Allah azza wajalla.

Allah azza wajalla berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ‌ ﴿٦٢﴾

Artinya: “(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Al Hajj: 62 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ من قال لاإله إلا الله, وكفر بما يعبد من دون الله, حرم دمه وماله ] رواه مسلم

Barang siapa yang mengatakan tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah, dan mengingkari apa saja yang disembah selain Allah, maka harta dan darahnya haram hukumnya. (HR. Muslim)

5. Soal: Apa yang dimaksud dengan tauhid al asmaa wash shifaat?.

Jawab: Yaitu menetapkan apa-apa yang telah Allah sifatkan dengannya untuk diri-Nya di dalam kitab-Nya atau apa-apa yang telah disifatkan oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam hadits-haditsnya yang shahih secara benar, tanpa ada penafsiran, penyerupaan, penyamaan, pengingkaran. seperti kata ” istiwa” (bersemayam), ” nuzuul” (turun ), ” yad” (tangan ) dan lain sebagainya dari apa-apa yang layak untuk kesempurnaan Allah azza wajalla. Allah azza wajalla berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS. Asy Syura: 11).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ ينزل الله في كل ليلة إلى سماء الدنيا ]

Allah azza wajalla turun ke langit dunia pada setiap malam. (Hadits shahih diriwayatkan oleh abu dawud ).

kata ” turun” di dalam hadits ini adalah turun dengan kemuliaan-Nya, dan tidak dapat diserupakan dengan seorangpun dari makhluk-Nya.

6. Soal: Di manakah Allah azza wajalla?.

Jawab: Allah ada di atas arsy di atas langit. Allah azza wajalla berfirman:

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى ٥

(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy. (QS. Thaha: 5)

Yaitu inggi sebagaimana datang di dalam kitab bukhari dari tabi’in. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ إن الله كتب كتابا قبل أن يخلق الخلق. . . فهو مكتوب عنده فوق العرش ] رواه البخاري

Sesungguhnya Allah azza wajalla telah menulis kitab (lauhul mahfudz) sebelum penciptaan makhluk. Ia tertulis di sisi-Nya di atas Arsy. (HR. Bukhari).

7. Soal: apakah Allah azza wajalla bersama kita?.

Jawab: Allah azza wajalla bersama kita mendengarkan dan melihat kita serta mengetahui keadaan kita. Allah azza wajalla berfirman:

قَالَ لا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى ٤٦

Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.” (QS. Thaaha: 46).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ إنكم تدعون سميعا قريبا وهو معكم ] [ بعلمه يسمعكم ويراكم ] رواه مسلم

Artinya: ”…sesungguhnya kalian berdo’a kepada Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat dan Dia ada bersama kalian”. yaitu dengan ilmu-Nya, Dia mendengarkan dan melihat kalian. (HR. Muslim).

8. Soal: apa manfaat dari tauhid?.

Jawab: manfaat dari tauhid adalah keamanan pada hari kiamat dari siksa yang kekal, petunjuk di dunia dan penghapus segala dosa. Allah azza wajalla berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ ٨٢

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al An’aam: 82).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ حق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا ] متفق عليه

Hak hamba atas Allah azza wajalla adalah Dia tidak akan menyiksa hamba yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. (Muttafaq ‘alaih)

… Sambungan dari Ringkasan Aqidah Islam 1

Dialihbahasakan dari Ringkasan Aqidah Islam Berdasarkan Al-Qur’an Dan As-Sunnah (Tanya Jawab). Karya Muhammad Bin Jamil Zainu

Oleh: Abu Harits Hamidin As-Sidawy

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Comment: 1