Mukjizat Kenabian

Mukjizat Kenabian

Makkah Al-Mukarramah (6/5/1435H)

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

bulletin yang berjudul "MIN MUKJIZAT AL-MUSTHOFA SHALLALLAHU'ALAIHI WA SALLAM", Karya bagian nuansa keilmuan di percetakan dar al-wathan

No comments

Segala puji hanya bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga senatiasa tercurah atas Nabi-Nya yang terakhir.

Sesunguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memuliakan Nabi kita Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam dengan Risalah, dan menjadikannya sebagi penutup para Nabi, serta memberikan padanya tanda-tanda kenabian dan bukti-buktinya yang dapat memperkuat akan kebenaran kenabiannya dan keshahihan Risalahnya, sehingga bentuk fisik beliau yang Nampak dapat menunjukkan kebenaran akan kenabiannya. Oleh karena itu Abdullah bin salam berkata: “ketika aku melihat wajahnya, aku tahu bahwa ia bukan wajah seorang pendusta”.

Adapun mu’jizat Nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang paling besar yaitu Al-qur’an. itu adalah kitab suci, yang Allah menantang dengannya orang-orang arab dan yang lainnya sampai hari kiamat supaya mereka mendatangkan yang semisalnya. Allah berfirman:

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

” Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar “. (QS. Al-baqoroh: 23).
Allah juga berfirman:

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

” Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.” (QS. Yunus: 38)

Ibnu jauzy –semoga Allah merahmatinya – berkata: Al-qur’an merupakan mu’jizat dari beberapa segi:
Pertama: Apa yang terkandung di dalamnya berupa kefasihan dan balagoh dalam meringkas dan menjabarkan. Maka terkadang al-qur’an membawakan kisah dengan paparan yang sangat panjang kemudian mengulangi dengan kalimat yang pendek tanpa mengurangi maksud dari kisah pertama.
Kedua : perbedaan antara al-qur’an dengan metode kalam dan timbangan syair. Dengan dua perbedaan sisi inilah maka orang-orang arab memperbincangkannya sehingga mereka lemah dan heran serta mengakui keutamaannya. Sampai akhirnya walid bin Al mughirah berkata: “demi Allah sesungguhnya ia (al-qur’an) mempunyai kenikmatan dan keindahan”.
Ketiga: Apa yang terkandung di dalamnya berupa berita-berita umat sebelumnya dan biografi para Nabi yang telah diketahui oleh ahlul kitab, yaitu Nabi yang membawa berita adalah orang yang tidak dapat membaca dan menulis, Demikian pula tidak pernah duduk –duduk dengan para ahbar (ulama yahudi) dan para dukun.
Keempat: Pengkabaran al-qur’an akan perkara-perkara ghaib di masa depan yang menunjukkan akan kebenarannya secara pasti sebagaimana yang telah dikabarkan. Seperti firman Allah kepada orang-orang yahudi.

قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِندَ اللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar”. (QS. Al-baqoroh: 94).

Kemudian Allah berfirman:

وَلَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

“Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri), dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya”. (QS.Al-baqarah: 95).
Allah berfirman:

فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ

“Buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu”. (QS. Al-baqarah: 23).

وَلَن تَفْعَلُوا

” Dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya)”. (QS.Al Baqarah: 24)

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ

” Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini)”. (QS. Ali Imran: 12)

Demikian pula firman Allah tentang Abi lahab:

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

“Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar”. (QS. Al-masad: 3-4).
Ayat di atas merupakan dalil, bahwa keduanya (Abu lahab dan istrinya) meninggal diatas kekafiran. Maka demikianlah keberadaannya.
Kelima: Al-qur’an terpelihara dari perselihan dan kontradiksi. Allah berfirman:

وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”. (QS. An Nisa: 82)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (Al-hijr: 9).

Dari Abi Hurairah –semoga Allah merahmatinya – sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”tiada seorang Nabi pun melainkan ia akan diberi mukjizat yang dapat menjadikan manusia beriman dengannya. Dan sesungguhnya Allah berikan wahyu kepadaku. Maka aku berharap agar mempunyai pengikut paling banyak pada hari kiamat”. (Muttafaqun ‘alaihi).

Ibnu jauzy berkata: dan aku telah mengeluarkan dua arti yang menakjubkan:
Pertama: sesungguhnya mukjizat akan lenyap dengan wafat para Nabi. Andaikata seorang ateis bertanya pada hari ini: apakah bukti akan kebenaran Nabi Muhammad dan Nabi Musa? Kemudian kita jawab: mukjizat Nabi Muhammad adalah terbelahnya bulan sedangkan mukjizat Nabi Musa adalah terbelahnya laut, niscaya ia akan berkata: ini adalah perkara yang mustahil.
Maka Allah menjadikan Al-qur’an ini sebagai mukjizat untuk Nabi Muhammad yang tetap selamanya, supaya bukti kebenarannya selalu nampak setelah ia wafat sekaligus sebagai bukti kebenaran para Nabi. Karena Al-qur’an telah membenarkan para Nabi dan mengkabarkan keadaan mereka.
Kedua: Al-qur’an mengkabarkan kepada ahlu kitab bahwa sifat-sufat Nabi Muhammad telah tertulis dalam kitab injil dan taurat . mengikrarkan keimanan bagi sahabat Hatib dan member ikan baraah (kesucian dari fitnah) kepada Aisyah. Ini merupakan persaksian-persaksian atas perkara ghaib. Andaikata dalam al-qur’an tidak terdapat sifat-sifat Nabi Muhammad niscaya akan membuat mereka lari dari Al-qur’an. Dan andaikata sahabat Hatib dan Aisyah keduanya mengetahui persaksian yang menyelisihi al-qur’an niscaya keduanya akan berpaling dari keimanan.

BUKTI – BUKTI NYATA
Adapun mu’jizat kenabian yang nyata maka sungguh telah datang banyak dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dan hal tersebut telah datang dengan sanad yang shahih, tanpa ada cacat dalam keshahihannya. Imam Ibnu hazm –semoga Allah merahmatinya- telah mengumpulkan sebagian dalil-dalil tersebut, berikut ini sebagian ringkasannya:
1. Terbelahnya bulan di makkah, ketika kaum quraisy bertanya tentang suatu ayat maka Allah menurunkan ayat mengenai hal itu:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ           وَإِن يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan . . Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. (QS. Al-qomar: 1-2).
2. Memberi makan kepada orang banyak, delapan puluh orang dengan empat mud, dikalah lain dengan jumlah yang lebih banyak dalam beberapa piring dari gandum. Dilain kesempatan memberi makan semua pasukan yang berjumlah Sembilan ratus dengan kurma yang sedikit lalu mereka makan sampai kenyang dan menjadi tersisah.

3. Memancarnya air dari jari-jarinya shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian semua pasukan yang dahaga minum darinya dan berwudzu. Semua itu dari gelas kecil yang mana Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mampu untuk membentangkan genggaman tangannya yang mulia idalamnya.

4. Lemparan pasukan dengan segenggam tanah kemudian sampai kepada mereka (para musuh Allah dalam peperangan).

5. Allah ta’alah mengikis perdukunan dengan pengutusannya sehingga menjadi terputus padahal sebelumnya nampak dan ada.

6. Tangisan tangkai kurma yang biasa dipakai khutbah, karena telah dipakai menjadi mimbar sehingga semua sahabat yang hadir mendengar seperti suara seekor unta. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya dan ia pun terdiam.

7. Pengkabaran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara – perkara yang ghaib. Maka ia memperingatkan bahwa sahabat Ammar akan dibunuh oleh kelompok yang melampaui batas, dan sahabat ustman akan timpa oleh ujian dan ia akan mendapatkan surga. Dan bahwasannya sahabat hasan bin Ali –semoga Allah meridzainya- adalah seorang tuan yang mana Allah akan perbaiki dengannya antara dua kaum muslimin, maka semua hal itu telah terwujud. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkabarkan tentang seorang yang berperang dijalanAllah dan bahwasannya ia termasuk penduduk neraka, maka itu terwujud karena ia bunuh diri. Semua ini tidak dapat diketahui sama sekali dengan teori-teori pengetahuan, atau perbintangan, atau zajer (sejenis ilmu perdukunan).

8. Suroqoh bin malik bin ju’sum mengejar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka kedua kaki kudanya terjatuh sehingga ia memohan perlindungan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan sehingga kuda menjadi berjalan.

9. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkabarkan kepada suroqoh bahwasannya akan diletakkan pada kedua tangannya dua gelang dari kaisar, maka terwujudlah hal itu.

10. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikabari dengan kematian Raja An-najasyi sedangkan antara beliau dengan dia terdapat laut dan perjalanan beberapa hari didaratan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dengan para sahabatnya ke kuburan baqi’, lalu mereka menshalati atasnya. Ternyata Raja Najasyi memang meninggal pada hari itu.

11. Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam keluar dari rumahnya dan dihadang 12 orang dari kaum quraisy, mereka menunggu untuk membunuhnya (menurut prasangka mereka), maka beliau menaburkan tanah ke kepala mereka sehingga mereka tidak dapat melihatnya (ketika beliau keluar).

12. Seekor unta pernah mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam didepan pemiliknya dan unta tersebut menundukkan diri kepadanya.

13. Suatu ketika berkata kepada sebagian sahabat: “salah seorang kalian akan masuk neraka, gigi gerahamnya sebesar gunung uhud. Maka semua sahabat wafat diatas islam melainkan al-hanafi, maka ia dibunuh karena murtad dengan musailamah al-kaddzab”.

14. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil dua pohon maka keduanya datang kepadanya dan berkumpul. Kemudian ia memerintahkan keduanya untuk berpisah dan keduanyapun terpisah.

15. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam mengajak orang-orang nasrani untuk mubahalah dan saling melaknat maka mereka pun menolak, serta beliau mengkabarkan apabila mereka menerima ajakan beliau maka mereka akan binasa semuanya.

16. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkabarkan bahwa ia akan membunuh Ubaih bin Khalaf Al-Jumahi. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggoresnya dan itu menjadi sebab kematiannya.

17. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam dihidangkan kepadanya makanan beracun, maka wafatlah seketika itu orang makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka ia wafat empat tahun setelah itu. Dan paha kambing berkata kepadanya bahwa ia telah diracuni.

18. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam mengkabarkan kepada para sahabatnya pada perang badar dengan kebinasaan gembong-gembong kuffar qurais. Beliau mensifati dan menandai kematian mereka satu persatu.

19. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam memperingatkan bahwa sebagian dari umatnya akan berperang dilautan. Beliau berkata kepada ummu haram, bahwa kamu termasuk dari mereka. Maka ia menjadi bagian dari mereka. Dan telah shahih peperangan sebagian umatnya dilautan.

20. Dilipatnya bumi bagi Nabi sallallaahu’alaihi wa sallam sehingga beliau melihat ujung timur dan ujung barat. Kemudian beliau mengkabarkan bahwa kekuasaan umatnya akan sampai sebagaimana yang telah diperlihatkan kepadanya. Maka hal itupun terjadi, diman kekuasaan mereka telah sampai dari permulaan timur sampai ke negri as-sanad dan at-tark, sampai akhir negri maghrib, dari tepian laut muhit al-andalus dan negri barbar. Maka terwujudlah persis sebagaimana dikabarkan.

21. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam mengabarkan putrinya, yaitu Fatimah, bahwa ia adalah orang yang pertama kali yang akan menyusulnya (dalam kematian), maka terwujudlah hal tersebut sesuai dengan kabar dari Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam.

22. Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam mengabarkan kepada para istrinya,bahwa yang paling panjang tangannya berarti yang paling cepat menyusul (kematian) dengannya zainab binti jakhsy adalah istri yang paling panjang tangannya dalam shadaqah dan dia adalah orang yang pertama kali wafat setelah wafatnya Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam.

MEREKA MENGETAHUI NABI shallallaahu ‘alaihi wasallam SEBAGAIMANA MENGETAHUI ANAK-ANAK MEREKA.
Dari anas radhiyallaahu’anhu: “Tatkala Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam di Madinah, punggawa komunitas Yahudi ini berada di perkebunan kurmanya sedang memanen kurma. Lalu, dia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berujar,

“Aku ingin bertanya kepada perihal tiga perkara dan hanya seorang Nabi yang bisa menjawab pertanyaan berikut ini. Pertama, apa tanda-tanda pertama akan terjadinya hari kiamat? Kedua, apa menu makanan yang pertama kali disantap oleh para penghuni surga? Ketiga, bagaimana rupa wajah seorang bayi? Adakah mirip ayahnya atau ibunya?”

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam menjawab, “Jibril belum lama memberitahu aku semua hal tersebut”

Abdullah bin Salam bertanya menegaskan,“Jibril?”

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam menjawab tegas, “Iya, betul. Jibril.”

Abdullah bin Salam berkata, “Jibril adalah malaikat yang paling dimusuhi orang-orang Yahudi”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjelaskan tentang tanda-tanda hari kiamat. “ Tanda-tanda pertama akan terjadi hari kiamat adalah api yang menghimpun seluruh manusia dari timur hingga barat, sedangkan makanan yang kali pertama dimakan penghuni surga adalah seketul daging pada hati ikan paus. Adapun rupa wajah bayi, jika sperma laki-laki dahulu masuk daripada sperma prempuan, lahirlah anak laki-laki dan jika sperma wanita lebih dahulu masuk daripada sperma laki-laki, membentuk anak wanita”

Usai mendengar jawaban tersebut, Abdullah bin Salam berikrar, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah”

Dia lalu berujar, “Wahai utusan Allah, sesunggunya orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang susah dipegang ucapannya. Jika mereka mengetahui keislamanku sebelum engkau bertanya kepada mereka, pasti mereka tidak memercayaiku”

Tidak lama kemudian, datanglah orang-orang Yahudi kepada Rasulullah shallallaahu’alaihi wa salam. Rasulullah bertanya kepada mereka tentang seperti apa kedudukan Abdullah bin Salam di kalangan mereka.

Mereka menjawab, “Abdullah bin Salam adalah orang terbaik yang kami miliki dan anak terbaik yang kami miliki. Dia adalah tokoh kami dan anak tokoh kami”

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam berkata, “Apa pendapat kalian sekiranya Abdullah bin Salam memeluk islam?”

Mereka menjawab, “Semoga Allah menjauhkannya dari masuk islam”

Sesaat kemudian Abdullah bin Salam keluar dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Orang-orang Yahudi lantas berkata sinis, “kau adalah orang yang paling jelek yang kami miliki dan anak orang yang paling jelek yang kami miliki”

Maka Abdullahbin bin salam berkata:”inilah yang telah aku takutkan (sebelumnya) wahai Rosulullah”. (HR.Al-bukhari).

Semoga Shalawat dan salam senatiasa tercurah atas Nabi-Nya yang terakhir, segenap keluarga dan para sahabat. Amiin

Alih bahasa
Hamidin As-sidawy (Abu harits)
(6/5/1435H)

Tulisan ini diterjemahkan dari bulletin yang berjudul “MIN MUKJIZAT AL-MUSTHOFA SHALLALLAHU’ALAIHI WA SALLAM”, Karya bagian nuansa keilmuan di percetakan dar al-wathan

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda