Nabi Ibrahim ‘alaihis salam adalah Bapak Para Nabi – Silsilah Tanya Jawab Siroh No. 17

nabi ibrahim alaihis salam adalah bapak para nabi

Makkah al-mukarramah (28/02/1437H)

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab ad-dur atsmin fi siraturrosul al-amina, karya Syeikh Mu'idz bin Abdillah az-zahrany –hafidzahullah-, cet dar taibah al-khadra, hal : 15, tahun 1424 H

No comments

PERTANYAAN : Apakah yang Allah wahyukan kepada Nabi Ibrahim ketika Ismail menjadi seorang dewasa dan apakah yang dikatakan oleh Ismail pada saat itu serta apakah yang dikerjakan oleh Nabi Ibrahim?

JAWABAN : Ketika Nabi ismail menjadi seorang pemuda, Nabi Ibrahim melihat dalam mimpi bahwa menyembelih ismail sebagai pendekatan kepada Allah. Maka Ibrahim minta pendapat kepada anaknya ismail dengan mengatakan :

يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَ‌ىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ‌ مَاذَا تَرَ‌ىٰ ۚ

“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”. (QS.Ash shaffat: 102).

Kemudian ismail menjawab dengan mengatakan :

قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ‌ ۖ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّـهُ مِنَ الصَّابِرِ‌ينَ ﴿١٠٢﴾

“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS.Ash shaffat: 102).

Sesungguhnya mimpi para Nabi merupakan suatu kebenaran, maka Nabi Ibrahim keluar ke mina bersamanya dalam rangka untuk mewujudkan perintah Robb-Nya. ketika Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, sedangkan pedang berada di tangannya, maka Allah memanggilnya:

وَنَادَيْنَاهُ أَن يَا إِبْرَ‌اهِيمُ ﴿١٠٤﴾ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّ‌ؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ﴿١٠٥﴾

“Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu[1284] sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Ash shaffat: 104-105).

Kemudian Allah menebus Ismail dengan seekor kambing kibas yang besar dan Nabi Ibrahim akhirnya melepaskan ismail dan menyembelih kambing kibas sehingga bapak dan anak menjadi orang yang beruntung dengan keridzaan Allah.

وَتَرَ‌كْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِ‌ينَ ﴿١٠٨﴾

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. (QS. Ash Shaffat:107).

Demikian dan tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai akhir zaman.

(Kami terjemah dari kitab ad-dur atsmin fi siraturrosul al-amina, karya Syeikh Mu’idz bin Abdillah az-zahrany –hafidzahullah-, cet dar taibah al-khadra, hal : 15, tahun 1424 H).

Alih bahasa, al-faqir illah Hamidin as-sidawy, Abu harits – Makkah al-mukarramah (28/02/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda