Ringkasan Aqidah Islam 3: Syarat Diterimanya Amal Perbuatan

Syarat diterimanya Amal Perbuatan

Makkah Mukarramah

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Ringkasan Aqidah Islam 3: Syarat Diterimanya Amal Perbuatan

No comments

1. Soal: apa saja syarat untuk diterimanya amal perbuatan?.

Jawab: syarat diterimanya amal perbuatan di sisi Allah subhaanahu wa ta’ala ada tiga, yaitu:

A. Beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan mengesakan-Nya.

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا ٢٣

Artinya: “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan ”. (QS. Al Furqan: 23).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ قل آمنت بالله ثم استقم ] رواه مسلم

Artinya: ”katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah ”. (HR. Muslim).

Dan diantara syarat-syarat iman adalah hendaklah orang yang beramal tidak membatalkan keimanannya dengan kekufuran atau syirik dengan cara memalingkan suatu ibadah untuk selain Allah subhaanahu wa ta’ala, seperti berdo’a kepada para Nabi dan orang-orang yang sudah meninggal atau meminta pertolongan kepada mereka. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ٨٨

Artinya: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan ”. (QS An’am: 88).

Allah subhaanahu wa ta’ala juga berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ٦٥

Artinya: ”Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ”. (QS. Az Zumar: 65).

B. Ikhlas

Yaitu amal perbuatan yang bersih hanya untuk Allah subhaanahu wa ta’ala tanpa ada riya‘ (ingin dilihat orang lain dan sum’ah (ingin didengar orang lain). Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ١٤

Artinya: ”Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya) ” (QS.Ghafir: 14).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ من قال لاإله إلا الله مخلصا دخل الجنة ] صحيح رواه البزار وغيره

Artinya: ”barang siapa yang mengatakan tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah, dengan mengikhlaskan diri, maka ia masuk surga”. (Hadits shahih diriwayatkan oleh Al bazaar dan selainnya).

C. Sesuai dengan apa-apa yang datang dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Artinya: ”Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah ” (QS.Al Hasyr: 7).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

[ من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ] رواه مسلم

Artinya: ”barang siapa yang mengerjakan suatu amal perbuatan tanpa ada dasarnya, maka ia tertolak” (HR. Muslim)

 

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda