Silsilah Fatawa Ulama (23) – Keutamaan Puasa Enam Hari dibulan Syawal

Keutamaan Puasa enam hari dibulan syawal

Makkah al-mukarramah (04/10/1437H).

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Silsilah al-fatawa as-syar'iyah, terbitan dar al-hadits, dari ma'rib, diyaman, edisi ke tujuh, bulan dzul qo'dah dan dzul hihijjah, Oleh fadzilatus Syeikh Abu al-hasan Mutafa bin Isma'I As-sulaimany al-yamany, hal : 167, tahun, 1418 H

No comments

SILSILAH FATAWA ULAMA (23) – KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DIBULAN SYAWAL

PERTANYAAN : Kami mendengar bahwa hadits yang datang mengenai keutamaan puasa enam hari dibulan syawal dipersoalkan oleh para ulama, apakah ini benar?

JAWABAN : Telah datang dalam shahih Muslim, no : 1164 dari hadits Abi ayub al-anshary -semoga Allah meridzainya, bahwasannya Rosulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang puasa dibulan romadzan kemudian ia mengiringinya enam hari dibulan syawal maka ia seperti berpuasa setahun”.

Banyak pengarang yang membawakan hadits ini, baik dalam sunan, musnad dan ajza’. Al-hafidz ibnu dihyah mengecam hadits ini dan ia membuktikan ucapannya, bahwa hadits itu termasuk riwayat sa’d bin said bin qois al-anshary, sedangkan dia termasuk orang yang tidak bisa dijadikan hujjah. Ucapan Al-hafidz dihyah tersebut telah dibantah oleh al-hafidz al-‘ala’I dalam karangannya yang bernama “Ror’ul isykal ‘an shiyamu sittin min syawal”.

Al-hafidz al-‘ala’I menyebutkan bahwa riwayat sa’d telah ikuti oleh yang lain dan ia menyebutkan riwayat-riwayat hadits lain dari perawi para sahabat yang lain -semoga Allah meridzainya-. Demikian pula Al-hafizd ad-dimyati, al-iraqi serta selain keduanya membela kebenaran hadits ini (puasa syawal).

Dan aku telah jelaskan dalam sebuah juz khusus. Imam Muslim juga mengeluarkan hadits perawi lemah yang mempunyai penguat-penguat yang menguatkannya, atau apabila ia mengetahui bahwa sang perawi telah hafal hadits tersebut. Terlebih lagi ada sekelompok lebih dari dua puluh orang telah meriwayatkannya. Sebagaimana banyak disebutkan oleh ahli ilmu. Dan ini merupakan indikasi-indikasi yang dipakai oleh para ulama untuk menguatkan hadits ini. Allahu ‘alam.

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai akhir zaman….

(Silsilah al-fatawa as-syar’iyah, terbitan dar al-hadits, dari ma’rib, diyaman, edisi ke tujuh, bulan dzul qo’dah dan dzul hihijjah, Oleh fadzilatus Syeikh Abu al-hasan Mutafa bin Isma’I As-sulaimany al-yamany, hal : 167, tahun, 1418 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala…

Alih bahasa, al-faqir ilallah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (04/10/1437H).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda