Silsilah Mushtalah Ilmu Tauhid (5) : Zandaqoh (Zindiq)

Makkah al-mukarramah (25/10/1437 H )

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab musthalah fi kutubil al-aqoid, dirasah wa tahlil, karya syeikh Muhammad bin Ibrahim al-hamd, hal : 92-93, cet dar ibnu huzaimah, tahun 1427 dan 2006

No comments

Silsilah mushtalah ilmu tauhid (5) : ZANDAQOH (ZINDIQ)

Kalimat zandaqoh, zanadiqoh dan zindiq banyak sekali datang dalam kitab-kitab aqidah atau tauhid. Dan pembahasan mengenai hal itu berputar sekitar hal-hal sebagai berikut :

Pertama : lahirnya ungkapan (istilah) zindiq.

Zindiq adalah nama yang diambil oleh orang arab dari kalimat zandu (dengan bahasa parsia), yang menunjukan atas sebuah kitab suci mereka, yang disebut dengan bahasa parsia dengan : zandufusta.

Kitab itu adalah tulisan seorang yang bernama mani bin fatik al-hakim yang muncul pada zaman sabur bin ardasyir kemudian dia dibunuh oleh Bahram ibnu Hurmus bin Sabur. Perihal itu terjadi setelah zaman Nabi Isa ‘Alaihi salam. Dimana mani bin fatik al-hakim membuat agama yang menggabungkan antara agama Majusiyah dan Nasrani. Dia mengakui dengan kenabian Al-masih tetapi tidak mengakui kenabian Musa ‘alaihima salam. Pengikutnya dinamakan al-manuwiyah, atau ats-sanawiyah, karena mereka menetapkan dua tuhan.
Maka seseorang dikatakan tazandaqo (menjadi zindiq), apabilah ia meyakini keyakinan agama majusi, yaitu penisbatan kepada az-zandu, kemudian mereka pilih kalimat “zandaqo” untuk suatu keyakinan dan “zindiq” untuk orang yang meyakininya.

KEDUA : Untuk siapakah dilontarkan kalimat zindiq?

Dilontarkan kepada orang yang menyembunyikan keyakinan (Agama) majusi. Kemudian menjadi ciri khas nama dalam ilmu fiqh untuk menunjukkan orang yang menampakan islam dengan menyembunyikan kekufuran, baik kekufuran berupa keyakinan agama majusi dari parsia, atau kekufuran dari kelompak ad-dahriyah, atau yang lain.
Oleh karena itu, mereka (para ulama) mengatakan : zindiq adalah serupa dengan munafiq. Mereka mengkhususkan istilah munafiq terhadap orang yang menyembunyikan kekufuran dizaman Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa shallam dan istilah zindiq terhadap orang yang menyembunyikan kekufuran setelah zaman itu (zaman Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa shallam).

KETIGA : Munculnya tuduhan zandaqoh atau zindiq.

Tuduhan zandaqoh atau zindiq sebenarnya telah muncul tanduknya dipertengahan abad islam. Kemudian sampailah kepuncaknya diabad ke dua karena sebab penyimpangan keyakinan yang cenderung membesar, demikian pula fanatik madzhab dan kondisi kegoncangan politik.

KEEMPAT : Apakah tandanya seseorang digiring kepada tuduhan zandaqoh atau zindiq.

Bisa terjadi apabilah pelaku (kekufuran) adalah orang asli parsia, diketahui membenci orang arab, mempunyai perilaku gila atau main-main dan sendagurau dalam masalah-masalah ibadah, tidak menghafal al-qur’an sedikitpun. Sebagaimana yang ditentukan oleh Muhammad bin Abi ‘Ubaidillah, wazir al-mahdy -sebagaimana yang disebutkan oleh ibnu al-atsir di hawadits (peristiwa-peristiwa)- pada tahun 161 Hijriyah. Allahu ‘allam

Bersambung insyaAllah ta’ala….

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman.

(Kami terjemah dari kitab musthalah fi kutubil al-aqoid, dirasah wa tahlil, karya syeikh Muhammad bin Ibrahim al-hamd, hal : 92-93, cet dar ibnu huzaimah, tahun 1427 dan 2006).

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (25/10/1437 H ).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda