Silsilah Tanya Jawab Seputar Tauhid (72) : Apakah Kebalikan dari Tauhid Asma wa Sifat ?

tauhid asma wa sifat

Makkah al-mukarramah (28/07/1438 H)

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

Kitab 200 tanya jawab dalam tauhid, Karya Syeikh Hafidz bin Ahmad Al-hakamy –Semoga Allah merahmatinya-, hal : 40, cet : Dar ibnu rajab

No comments

PERTANYAAN : Apakah kebalikan dari tauhid asma wa sifat?

JAWABAN : Kebalikannya adalah ilhad (penyimpangan) dalam nama-nama Allah, sifat-sifat dan ayat-ayat-Nya. Dan dalam ini ada tiga macam :

Pertama : Penyimpangan orang-orang musyrikin yang menyimpangkan nama Allah dari apa yang ada padanya. Dan mereka menamakan dengan nama-nama tersebut untuk patung-patung mereka baik dengan menambah atau mengurangi. Mereka mengambil nama al-lata dari pecahan al-ilah, al-uzzah dari al-aziz, manah dari al-mannan.

Kedua : Penyimpangan Al-musyabbahah, yaitu orang-orang yang membagaimanakan sifat-sifat Allah dan menyerupakan sifat-sifat-Nya dengan sifat makhluq-Nya. Ini adalah kebalikan dari penyimpangan orang-orang musyrik, karena orang-orang musyrik menyamakan makhluk dengan Robbil alamin sedangkan orang-orang musyabbihah mereka mereka menjadikan Robb kedudukan-Nya seperti organ jasad makhluq dan mereka menyamakan dengan-Nya, maha suci Allah.

Ketiga : Penyimpangan An-nufah al-muattilah, dan mereka terbagi menjadi dua macam:

Kelompok (pertama), mereka menetapkan lafadz-lafadz untuk nama-nama Allah akan tetapi meniadakan apa yang dikandungnya dari sifat-sifat kesempurnaan. Mereka mengatakan bahwa nama Allah Rahim tanpa sifat rahmah, nama sami’ tanpa sifat pendengaran, nama bashir tanpa sifat penglihatan, nama qodir tanpa sifat kekuasaan. Demikian pula mereka menyendiri dengan pendapat ini dalam sifat-sifat yang lainnya.

Kelompok (kedua), mereka terang-terangan meniadakan nama dan kandungannya secara keseluruan dan mensifati-Nya dengan ketiadaan semata, yang tanpa punya nama dan sifat bagi-Nya. Maha suci Allah yang tinggi dari perkataan orang-orang dzalim yang menyingkari dan menyimpang.

رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

Allah berfirman : “Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?.” (QS. Maryam:65).

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy Syura:11).

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا

“Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.” (QS. Thaaha:110).

Bersambung insyaAllah ta’ala…

(Referensi : Kitab 200 tanya jawab dalam tauhid, Karya Syeikh Hafidz bin Ahmad Al-hakamy –Semoga Allah merahmatinya-, hal : 40, cet : Dar ibnu rajab).

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (28/07/1438 H)

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda