Silsilah Tanya-Jawab Sirah Nabawiyah (20) : Keturunan Nabi, Nama Ibu Nabi, dst.

sirah nabawiyah

Makkah al-mukarramah (06/08/1438 H)

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab ad-dur atsmin fi siraturrosul al-amina, karya Syeikh Mu'idz bin Abdillah az-zahrany –hafidzahullah-, cet dar taibah al-khadra, hal : 33, tahun 1424 H

No comments

PERTANYAAN : Apakah keturunan Nabi yang mulia yang telah disepakati (oleh para ulama) dalam kitab-kitab sejarah dan nasab?

JAWABAN : Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib Bin Hasyim Bin Abdu Manaf Bin Qushay Bin Kilab Bin Murrah Bin Ka’b Bin Luay Bin Ghalib Bin Fihr (Qurays) Bin Malik Bin An Nadhaar Bin Kinanah Bin Khuzaimah Bin Mudrikah Bin Ilyas Bin Mudhir Bin Nizar Bin Ma’d Bin ‘Adnan, sampai di sinilah nasab beliau yang disepakati antara kitab sejarah dan ahli nasab. Adapun setelah Adnan, maka ada perseliisihan padanya. Dan tidak ada perselisihan bahwa Adnan salah seorang dari putra Nabi Ismail, dan Nabi Ismail dengan Abdullah Bin Abdul Muthalib adalah dua orang yang disembelih, oleh karenanya Nabi shallallaahu’alaihi wasallam bersabda: “aku adalah anak dari dua orang yang disembelih.” (Tirmidzi di dalam Al Manaqib no.1)

PERTANYAAN : Siapakah nama ibu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, apa kabilahnya dan sebutkan silsilah keluarganya?

JAWABAN : Nama ibunya adalah Aminah binti wahb bin Abdi manaf bin zahrah bin kilab. Ia merupakan kakek ke tujuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari pihak ibu dan bapak, karena bapak dan ibu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam asalnya adalah satu, keduanya bertemu (keturunannya) di kilab, nama aslinya (kilab) adalah Hakim atau Urwah. Karena ia sering berburu dengan kilab (anjing) sehingga ia dikenal dengan sebutan ini.
Mengenai kabilah beliau, yaitu kabilah quraisy, yang terkenal dengan kehormatan, kemuliaan serta kesucian tempat dikalangan semua orang arab. Quraisy merupakan gelar dari Fihr bin Malik bin nadzar bin kinanah.
Adapun keluarga beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam maka dikenal dengan keluarga Al-hasyimiyah, penisbatan ke kakeknya yang kedua. Hasyim mewarisi kedudukan qushai bin kilab dalam minuman dan jamuan (untuk orang haji). Kemudian al-mutthalid mewarisinya dari keduanya lalu diwarisi oleh anak-anak Hasim sampai datang islam. Hasyim adalah orang yang paling disegani pada zamannya. Ia biasa mencampurkan roti dengan daging dan menjadikannya sebagai tsarid (kue) kemudian ia biarkan manusia memakannya, maka ia digelari dengan hasyim. Sedangkan nama aslinya adalah amr. Dialah yang memulai dua perjalanan. Yaitu perjalanan dimusim dingin ke negeri yaman dan perjalanan dimusim panas ke negeri syam. Dan dahulu beliau dikenal sebagai pimpinan didaerah al-batha.

PERTANYAAN : Kapan Nabi shallallahu ‘alaiho wa sallam dilahirkan?

JAWABAN : Nabi shallallahu ‘alaiho wa sallam dilahirkan waktu pagi pada hari senin, tanggal sembilan, dalam riwayat lain di dua belas rabiul awwal tahun gajah, bertepatan pada tanggal dua belas, bulan april, tahun 571 masehi, bertepatan dengan lahirnya Syifa bin amr, ummu abdirrahman bin ‘auf semoga Allah meridzainya.

PERTANYAAN : Apakah yang dilakukan oleh Ibu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ia melahirkannya dan siapakah pengasuh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?

JAWABAN: Diceritakan, bahwa ketika ibunya melahirkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia mengutus seseorang kepada pamannya, yaitu Abdul muttalib untuk memberikan kabar gembira tentang cucunya. Kemudian ia datang dalam kedaan gembira dan membawanya ke dalam ka’bah untuk berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Dan memberinya nama Muhammad dengan harapan supaya terpuji kemudian melakukan aqiqoh baginya. Ia mengkhitannya pada hari yang ke tujuh dan memberi makanan sebagaimana kebiasaan orang arab. Sementara nama Muhammad tidak dikenal dikalangan arab waktu itu. Adapun Pemangku Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam adalah ummu aiman perempuan yang berasal dari habasiyah, seorang hamba sahaya dari Abdullah. Ia telah masuk islam selama hidupnya dan berhijrah. Kemudian ia wafat sesudah lima atau enam bulan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

PERTANYAAN : Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan manusia yang paling suci keturunannya dan yang paling mulia kabilahnya. Sebutkan dalil akan hal itu?

JAWABAN : “Sesungguhnya Allah telah memilih kinanah dari putra ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim.” (Muslim, 15/36, Musnad Imam Ahmad, 4/107).

PERTANYAAN : Kapankah Ayah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal?

JAWABAN : Pendapat yang paling kuat bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang bernama) Abdullah meninggal sebelum kelahiran Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan ia berada diperut ibunya. Abdullah meninggal dimadinah, dikalangan kerabat pamannya, bani najjar. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir ia berada dalam pemeliharaan ibunya, Aminah bin wahb dan dalam tanggung jawab kakek-Nya.

PERTANYAAN : Siapakah yang menyusui Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dimana ia menyusuinya, dan kenapa orang arab dahulu biasa menyusui anak-anaknya dipedalaman (pasang pasir)?

JAWABAN : Yang menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah halimah binti abi duwaib as-sa’diyah, Istri al-harits ibnu abdil uzzah, yang dijuluki dengan abi kabsyah. Keduanya dari bani sa’d bin bakr. Diantara kebiasaan orang arab yang hidup kota yaitu mereka mencari orang untuk menyusui anak-anak mereka dengan maksud menjauhkan mereka dari penyakit sehingga badan mereka menjadi kuat, urat mereka menjadi kekar, serta meyakinkan bahasa arab mereka sejak kecil. Akan tetapi orang pertama kali yang menyusuinya setelah ibunya adalah tsuwaibah maulatu abi lahab dengan susu anaknya yang bernama masrur. Ia menyusuhinya setelah hamzah dan utsamah bin Abdul asad al-makzumiyah. Mereka adalah saudara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari persusuhan. Abu lahab telah memerdekakan hamba sahaya ini karena senang dengan kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi ia menjadi musuh yang paling bebuyutan disaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerukan dakwah islam.

PERTANYAAN : Berapa lama penyusuan Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam diperkampungan bani sa’d dan apa yang dikatakan Halimah sa’diyah ketika mengambil Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta apa yang dikatakan oleh suaminya pada saat itu?

JAWABAN : Halimah As-sa’diyah berkata : aku mengambil Muhammad sesudah semua wanita menolak untuk menyusui karena keyatimannya. Dan tidak aku mengambilnya melainkan karena aku tidak menjumpai yang lain. Tatkala aku letakkan ia dipangkuanku maka datanglah susu dari payudaraku lalu ia dan saudarnya minum sampai puas kemudian keduanya tidur, sementara sebelumnya kami tidak bisa tidur. Halimah As-sa’diyah berkata : ketika dipagi hari suamiku berkata : demi Allah wahai halimah engkau telah mengambil manusia yang diberkahi. Dan aku pun menjawab: demi Allah, aku harap demikian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tinggal perkampungan dibani sa’d, dalam susuhan Halimah As-sa’diyah selama dua tahun dan setelah itu ia kembalikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ibunya.

Demikian dan tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai akhir zaman,,,

(Kami terjemah dari kitab ad-dur atsmin fi siraturrosul al-amina, karya Syeikh Mu’idz bin Abdillah az-zahrany –hafidzahullah-, cet dar taibah al-khadra, hal : 33, tahun 1424 H).

Bersambung insyaAllah ta’ala….

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits

Makkah al-mukarramah (06/08/1438 H)

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda