Tambahan Lemah dalam Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-shahihah

tambahan lemah dalam kitab silsilah al-ahadits ash-shahihah

Makkah al-mukarramah

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab az-ziyadad ad-dzaifah fi al-ahadits, hal: 7-8, karya Syeikh amr Abdul mu'im salim, cet. Pertama, dar ad-dziya' tahun 1425 Hijriyah

No comments

Tambahan Lemah dalam Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (Karya Syeikh Al-albany Semoga Allah merahmatinya)

Tambahan dari hadits Jabir –semoga Allah meridzainya- :

وكل ضلالة في النار

“Dan setiap kesesatan adalah dinerakah”.

Aku (Syeikh al-bany) berkata : diriwaytkan oleh ibnu Mubarak, dalam musnadnya, ( 87), Ahmad (3/319, 371), Muslim (2/592), An-sa’I (3/188), al-kubra, At-tuhfa (2/274), Ibnu Majah (45), Al-baihaqy dalam Al-kubra (3/213), dari jalan ja’far bin Muhammad al-hasyimi, dari bapaknya, dari jabir –semoga Allah meridzainya- ia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ وَعَلَا صَوْتُهُ وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُم 

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ia menyampaikan khutbah, maka kedua matanya memerah, suaranya lantang, dan semangatnya berkobar-kobar bagaikan panglima perang yang sedang memberikan komando kepada bala tentaranya. Beliau bersabda: “Hendaklah kalian selalu waspada di waktu pagi dan petang”.

Lalu beliau menyandingkan antara dua jarinya telunjuk dan tengah seraya mengatakan : Amma ba’du, maka sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara sesuatu yang baru (dalam agama) dan semua bid’ah adalah kesesatan”. Adapun tambahan “Dan setiap kesesatan adalah dineraka”, maka An-sa’I telah menyendiri dalam rowayatnya (3/188).

Telah menceritakan kepada kami utbah bin Abdillah, ia berkata : Ibnu Mubarak telah menceritakan kepada kami, dari sufyan, dari ja’far bin Muhammad, dari bapaknya, dari jabir dengan tambahan ini.

Aku (Syeikh Al-bany) berkata : Ini merupakan tambahan syaddzah, yang dibawah oleh guru An-nasa’I, ‘Utbah bin Abdillah. Ibnu Mubarak meriwayatkan hadits ini dalam musnadnya, tanpa menyebutkan tambahan ini.

Semua perowi yang meriwayatkan hadits ini dari sufyan, diantara mereka adalah waqi’ bin jarrah, mereka tidak menyebutkan tambahan ini. Demikian pula semua perowi yang meriwayatkan hadits ini dari ja’far bin muhamaad al-hasyimi. Mereka tidak menyebutkan tambahan ini.

Sehingga dengan demikian berarti Utbah bin Abdillah telah menyelesihi mayoritas sedangkan yang lebih shahih adalah riwayat mereka. Kemudian aku telah dapatkan mutabi’ (penguat) dari al-ajurry dikitabnya As-syariah (1/17), dari Hibban bin musa. Yaitu riwayat Al-faryabi dari hibban bin musa. Dan menurut dugaanku yang kuat, bahwa faryabi keliru dalam ini karena hadist yang ada dalam musnad ibnu Mubarak adalah riwayat dari Al-hafidz al-hasan bin sufyan bin ‘amir, dari hibban bin musa, dari Ibnu Mubarak tanpa menyebutkan tambahan.

Akan tetapi tambahan ini shahih dari ucapan Umar bin khattab –semoga Allah meridzainya-. Ibnu waddzah meriwayatkan dari dalam al-bida’ (60) : Asad telah menceritakan kepada kami, dari sufyan bin uyainah, dari hilal al-wazzan, Ia berkata : telah menceritakan kepada kami guru kami, Abdullah bin ‘aqim, dari Umar bin khattab, bahwasannya ia berkata :

“Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah ucapan Allah dan sesungguhnya petunjuk yang paling adalah petunjuk Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, dan sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang baru, ketahuilah sesungguhnya semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan adalah dineraka. Sanadnya hasan, karena keadaan asad bin musa”.

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Kami terjemah dari kitab az-ziyadad ad-dzaifah fi al-ahadits, hal: 7-8, karya Syeikh amr Abdul mu’im salim, cet. Pertama, dar ad-dziya’ tahun 1425 Hijriyah ). Alih bahasa, al-faqir illah Hamidin as-sidawy, Abu harits Makkah al-mukarramah (19/03/1437 H ).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda