Tauhid Asma wa Sifat – Silsilah Tanya Jawab Seputar Tauhid, No. 51

tauhid asma wa sifat

Makkah al-mukarramah (22/03/1437 H )

Ditulis oleh: Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Sumber:

kitab 200 tanya jawab seputar tauihid, Karya Syeikh Hafidz bin Ahmad Al-hakamy –Semoga Allah merahmatinya-, hal : 18, cet : Dar ibnu rajab

No comments

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan Tauhid Asma wa sifat?

Jawaban: yaitu mengimani apa-apa yang Allah sifatkan diri-Nya dengannya di dalam Al Qur’an dan apa-apa yang Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam sifatkan dengannya dari nama-nama dan sifat-sifat –Nya yang Maha Tinggi, serta melintaskan (apa adanya) sesuai apa yang datang tanpa membagaimanakan. sebagaimana Allah menggabungkan antara penetapan sifat dan peniadaan takyif dibeberapa tempat dalam al-qur’an. Seperti Allah ta’ala :

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا ﴿١١٠﴾

“Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya”. (QS. Thaaha : 110).

فَاطِرُ‌ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَ‌ؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ‌ ﴿١١﴾

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat”. (QS. Asy Syuura: 11).

لَّا تُدْرِ‌كُهُ الْأَبْصَارُ‌ وَهُوَ يُدْرِ‌كُ الْأَبْصَارَ‌ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ‌ ﴿١٠٣﴾

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al An’am :103).

Dan lain sebagainya.

Dalam kitab Tirmidzi telah diriwayatkan dari sahabat Ubay bin Ka’ab –semoga Allah meridhainya- bahwasanya orang-orang musyrik mengatakan kepada Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam yaitu ketika beliau menyebutkan tuhan-tuhan mereka: kabarkanlah kepada kami nasab tuhanmu, maka dari itu Allah menurunkan ayat surat al ikhlas.

قُلْ هُوَ اللَّـهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّـهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”. (QS. Al ikhlash: 1-2).

Yang dimaksud dengan Ash shamad, adalah Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, karena tidak lah sesuatu yang dilahirkan melainkan akan mati, dan tidak ada yang mati melainkan akan diwariskan, dan sungguh Allah tidak mati dan tidak pula diwariskan.

Adapun yang dimaksud dengan “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”, tidak ada yang serupa dengan-Nya dan tidak ada pula yang menandingi-Nya, dan tidak ada sesuatu pun yang semisal dengan-Nya.

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(kami terjemahkan dari kitab 200 tanya jawab seputar tauihid, Karya Syeikh Hafidz bin Ahmad Al-hakamy –Semoga Allah merahmatinya-, hal : 18, cet : Dar ibnu rajab). Alih bahasa, al-faqir illah Hamidin as-sidawy, Abu harits Makkah al-mukarramah (22/03/1437 H ).

Tentang Penulis

Hamidin As-Sidawy Al-Atsary

Berikan komentar anda