Ke Manakah Tempat Kembali Anak-Anak Muslim dan Anak-Anak Musyrik ? – Fatawa Seputar Anak Muslim (5)

tempat kembali anak-anak muslim dan anak-anak musyrik

Makkah al-mukarramah (14/06/1437H).

Ditulis oleh: Admin

Sumber:

Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 12, penerbit dar qosam

No comments

Pertanyaan: Ke manakah tempat kembali anak-anak muslim dan anak-anak musyrik apabila meninggal dunia di waktu kecil?

Jawaban: Tempat kembali anak-anak muslim adalah surga, karena mereka mengikuti jejak nenek moyang mereka. Allah ta’ala berfirman: “Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”. (QS. Ath Thuur:21).

Adapun anak-anak selain mukmin maksudnya anak-anak yang tumbuh dari kedua orang tua yang bukan muslim, maka sebaik-baik perkataan untuk mereka adalah: “Allah yang Maha mengetahui atas apa yang mereka perbuat”.

kalau dilihat dari hukum dunia mereka kedudukannya sama seperti ayah ibu mereka, adapun apabila melihat hukum akhirat, maka sesungguhnya Allah lebih mengetahui atas apa yang mereka perbuat. Sebagaimana sabda Nabi Shallallaahu’alaihi wa sallam : “Allah yang lebih mengetahui tempat kembali mereka”.

Inilah yang kita ucapkan. Pada hakikatnya perkara ini jangan sampai banyak menyibukkan kita, akan tetapi yang terpenting bagi kita adalah hukum-hukum mereka di dunia. hukum-hukum mereka –anak-anak musyrik- di dunia adalah sebagaimana orang-orang musyrik lainnya, artinya apabila mereka meninggal dunia, maka mereka tidak boleh dimandikan, tidak boleh dikafani, tidak boleh dishalati, dan tidak boleh dikubur di pekuburan orang-orang muslim. Wallaahu A’lam.

Syekh Ibnu Utsaimin ( Al majmu’ Ats Tsamin 1/93).

Demikian semoga bermanfaat, tidak lupa kami mengucapkan Shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan benar sampai hari zaman,,,,

(Kami terjemahkan dari kitab : Al-fatawa At-tifl Al-muslim, dari Syeikh Abduz Aziz bin Abdillah bin Baz, Syeikh Muhammad bin shalih al-utsaimin, Abdullah bin Abdurrahman bin jibrin, Syeikh bin fauzan al-fauzan dan lajnah daimah lil iftah, dikumpulkan oleh Yahya bin said ali salwan, hal : 12, penerbit dar qosam).
Bersambung insyaAllah ta’ala….

Alih bahasa, al-faqir illah
Hamidin as-sidawy, Abu harits
Makkah al-mukarramah (14/06/1437H).

Tentang Penulis

Admin

Berikan komentar anda