Upaya Arab Saudi Memasyarakatkan Alquran dan Sunnah ke Seluruh Penjuru Dunia

Makkah Al-Mukarramah

Ditulis oleh: Admin

Sumber:

gemaislamdotcom

No comments

JAKARTA (gemaislam) – Ada yang istimewa dalam pelaksanaan Musabaqah Hafiz Quran dan Hadits Pangeran Sultan Bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud tingkat Asean Pasifik Tahun 2014 ini. Karena, untuk pertama kalinya pelaksanaan even tahunan yang diselenggarakan Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia, dihadiri oleh Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdulazi Alu Su’ud yang merupakan putra almarhum Pangeran Sultan selaku penggagas acara.

Selain Pangeran Khalid, hadir pula Imam/Khatib Masjidil Haram Mekkah, Syeikh Dr.Shalih bin Muhammad AluThalib dan Imam/Khatib Masjid Nabawi Madinah, Syeikh Dr.Abdul Muhsin bin Muhammad Alqosim.

Menurut Gunaim Iksan yang merupakanSekretaris Panitia MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud tingkat Asean Pasifik, kedatangan para tamu penting tersebut menunjukkan kesungguhan dan keseriusan pemerintah Saudi Arabia khususnya lembaga ke-Islaman Saudi Arabia terhadap pelaksanaan kegiatan MHQH yang notabene merupakan upaya syiar dan upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran dan sunnah di kalangan masyarakat dari berbagai negara.

“Upaya syiar ini akan terus  dilakukan sesuai dengan komitmen pemerintah Saudi Arabia dalam memasyarakatkan Alquran dan Sunnah di seluruh penjuru dunia,” katanya.

Ditanya tentang tujuan  diselenggarakannya acara ini, Gunaim memaparkan, MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud tingkat Asean Pasifik ini digelar tidak semata-mata untuk mencari peserta terbaik. Lebih dari itu, tujuan utamanya adalah agar ukhuwah Islamiyah antar sesama umat Islam di kawasan Asean dan Pasifik tetap terjaga dan terjalin dengan baik. Selain itu, penyelenggaraan MHQH yang seluruh biaya akomodasi dan hadiah untuk peserta ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia ini jugadimaksudkan agar menumbuhkan minat masyarakatuntuk membaca, mengkaji dan menghafal Alquran dan hadits, terutama di kalangan generasi muda Islam. ”Yang tak kalah pentingnya adalah penyelenggaraan MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul ‘Aziz Alu Su’ud dapat memotivasi kaum muslimin untuk menjadikan Alquran dan hadits sebagai jalan hidup,” harapnya.

Ia memaparkan, secara keseluruhan ajang MHQH tingkat Asean Pasifik tahun ini mengalami penurunan jumlah peserta. Ini karena, beberapa negara yang sebelumnya sudah menyatakan kesiapannya untukmengirimkan utusan, batal. Mereka adalah Brunei Darussalam,Vietnam, Laos, Timor Leste, Uzbekistan dan Korea Selatan. Kendati begitu, absennya para peserta dari Negara sahabat ini, menurut Gunaim, sama sekali tidak mengurangi kualitas even tahunan ini. Justru sebaliknya, berdasarkan daftar peserta yang telah mendaftar ulang, persaingan diantara seluruh peserta MHQH tahun ini lebih kompetitif dari tahun-tahun sebelumnya.Salah satu indikasinya adalah Negara Malaysia yang pada tahun sebelumnya tidak pernah mengikuti cabang lombahafalan hadits, tahun ini mereka mengirimkan utusannya.

“Selama keikutsertaannya dalam pelaksanaan musabaqah, Malaysia selalu mengutus peserta yang benar-benar kompeten.Jadi, tidak asal kirim.Selain itu, peserta dari Australia juga siap memberi kejutan seperti tahun-tahun sebelumnya. Karenaitu, kami yakin tahun ini persaingan untuk menjadi yang terbaik dalam lom baca hafalan Alquran dan hadits, akan lebih kompetitif,” katanya.

Bagi para juara, lanjut Gunaim, pihak panitia telah menyediakan yang cukup istimewa. Setiap pemenang di masing-masing cabang lomba akan memperoleh hadiah berupa uang tunai. Rinciannya, 16 ribu riyal untuk juara pertama cabang lomba hafalan 30 juz Alquran. 15 ribu riyal (juara kedua) dan 14 ribu riyal (juara ketiga). Untuk cabang lomba hafalan Alquran 20 juz, 13 ribu riyal (juara pertama), 12 ribu riyal (juara kedua) dan 11 ribu riyal (juara ketiga). Cabang lomba hafalan Alquran 15 juz, 10 ribu riyal (juara pertama), 9 ribu riyal (juara kedua) dan 8 ribu riyal (juara ketiga). Cabang lomba hafalan Alquran 10 juz, 7 ribu riyal (juara pertama), 6 ribu riyal (juara kedua) dan 5 ribu riyal (juara ketiga). Sedangkan pemenang caban lomba hafalan  hadits nabawi memperoleh masing-masing uang tunai sebesar 10 ribu riyal (juara pertama), 9 ribu riyal (juara kedua) dan 8 ribu riyal (juara ketiga).

Selain hadiah uang tunai,para peserta terbaik juga diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji atas undangan yang mulia baginda raja Saudi Arabia. “Jika peserta terbaik berhalangan atau tidak bisa memenuhi undangan menunaikan ibadah haji, panitia mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kompensasi berupa uang tunai sebesar 2600 USD sebagai pengganti,” katanya.  (bms/dutaonline)

– Sumber: GemaIslam

Tentang Penulis

Admin

Berikan komentar anda